medcom.id, Purwakarta: Pertumbuhan pasar otomotif Indonesia yang besar, membuat PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing (FIBM) mengincar pasar aki aftermarket ketimbang OEM untuk pasar Indonesia. Hal ini dikatakan langsung, saat peresmian pabrik FIBM di Purwakarta, Jawa Barat.
"Komposisinya 70 persen aftermarket, 30 persen OEM. Saat ini ada 85 juta unit motor dan 8 juta unit mobil di Indonesia, yang harus mengganti aki selama dua tahun sekali. Jadi memang untuk aftermarket peluangnya masih besar," kata Jusak Kertowidjojo, President Director Indomobil Group.
Jusak pun menambahkan, meski mengincar pasar aki aftermarket, FIBM tetap mengincar pasar OEM. "Kita sudah masuk ke beberapa merek mobil, hampir semuanya sudah bisa kita masuki," katanya.
Shunji Ishizaki, selaku President Director FIBM menambahkan, setidaknya Furukawa sudah menjadi OEM merek yang bernaung di Indomobil Group. "Kami akan mengisi dulu merek-merek tersebut, setelahnya kami akan mengincar merek lain," bebernya.
FIBM kemarin meresmikan pabriknya dengan nilai investasi mencapai Rp600 miliar. FIBM sendiri merupakan joint venture antara Furukawa Battery Corporation Japan, dengan Indomobil Group.
medcom.id, Purwakarta: Pertumbuhan pasar otomotif Indonesia yang besar, membuat PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing (FIBM) mengincar pasar aki
aftermarket ketimbang OEM untuk pasar Indonesia. Hal ini dikatakan langsung, saat peresmian pabrik FIBM di Purwakarta, Jawa Barat.
"Komposisinya 70 persen
aftermarket, 30 persen OEM. Saat ini ada 85 juta unit motor dan 8 juta unit mobil di Indonesia, yang harus mengganti aki selama dua tahun sekali. Jadi memang untuk aftermarket peluangnya masih besar," kata Jusak Kertowidjojo,
President Director Indomobil Group.
Jusak pun menambahkan, meski mengincar pasar aki aftermarket, FIBM tetap mengincar pasar OEM. "Kita sudah masuk ke beberapa merek mobil, hampir semuanya sudah bisa kita masuki," katanya.
Shunji Ishizaki, selaku President Director FIBM menambahkan, setidaknya Furukawa sudah menjadi OEM merek yang bernaung di Indomobil Group. "Kami akan mengisi dulu merek-merek tersebut, setelahnya kami akan mengincar merek lain," bebernya.
FIBM kemarin meresmikan pabriknya dengan nilai investasi mencapai Rp600 miliar. FIBM sendiri merupakan
joint venture antara Furukawa Battery Corporation Japan, dengan Indomobil Group.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)