medcom.id, Jakarta: Insting dagang Honda untuk memfasilitasi keinginan konsumen sepeda motor matic nasional, memang berimbas pada upaya mereka menghadirkan ragam produk beda kasta. Seperti di jajaran motor matic milik mereka yang Rabu (14/1/2015) kemarin resmi diluncurkan, yaitu Vario 150 eSP dan 125 eSP.
Tentu bukan langkah sulit untuk membuat kapasitas mesin motor ini jadi membengkak layaknya kapasitas motor sport di segmen beginner. Mereka tinggal mengambil basis Honda PCX, terutama fitur dan kelengkapan teknologi terkini yang disematkan di motor tersebut. Hanya saja, mesin itu ditempelkan di rangka motor milik Vario.
"Ini adalah upaya untuk melokalkan motor matic 150 cc dengan harga yang lebih menggiurkan. Basis mesin dan fiturnya sama persis dengan PCX, hanya saja motor ini punya rangka yang lebih pendek. Sehingga harganya juga bisa jauh di bawah PCX. Apalagi juga diproduksi secara lokal dan sudah disesuaikan dengan keinginan atau ekspektasi pasar motor matic nasional," ujar Margono Tanuwijaya, Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Tentang apa saja keuntungan dan klebihan yang disematkan pada PCX versi sasis pendek ini? coba simak beberapa hal berikut.
Lincah bermanuver
Lantaran rangkanya lebih pendek, motor ini bisa dipastikan lebih lincah bermanuver. Di kelas 150 cc, mungkin lawan sepadannya baru motor-motor Eropa seperti Vespa. Namun dari sisi harga dan kenyamanan, Vario 150 dipastikan lebih mengakomodirnya.
Lebih pendek, bisa diartikan bahwa motor ini punya bobot yang pastinya lebih ringan juga. PCX 150 punya bobot kosong sebesar 129 kilogram. Sementara Vario 150 eSP punya bobot kering 109 kilogram. Jadi bisa dipastikan motor akan lebih lincah bermanuver.
Kapasitas murni mesin lebih kecil
Jika mengambil konfigurasi mesin dari keduanya yaitu PCX 150 dan Vario 150, bisa dikatakan AHM melakukan penyesuaian pada kapasitas mesin dari 152,9 cc di PCX menjadi 149,3 cc. Hasilnya tenaga pun juga berbeda, namun hanya tidak sampai 1 daya kuda (dk), begitu juga dengan kemampuan akselerasi alias torsinya.
PCX 150 mampu melahirkan tenaga sebesar 12,97 dk pada putaran 8.500 RPM, sedangkan torsinya mampu mencapai 13,1 Nm pada putaran mesin 5.500 RPM. Sementara di Vario 150 cc, tenaga maksimalnya adalah 12,47 dk dan torsi sebesar 12,8 Nm.
Meski lebih kecil tenaga dan torsinya, jika dikonfigurasikan dengan bobot PCX 150 yang lebih berat 20 kg, maka akselerasi Vario 150 di atas kertas cukup unggul.
Ada satu hal yang cukup mengganjal di motor ini, yaitu alokasi penempatan baterai atau aki di bawah dek motor. Walau mungkin AHM sudah meminimalisir air bisa masuk ke bagian pemasok listrik ini, namun tetap riskan untuk melibas banjir yang akhir-akhir ini melanda Jakarta.
Lampu LED
Bermodalkan lampu LED (light-emitting diode), bisa dipastikan konsumsi energi di motor ini akan lebih irit. Namun apalagi di bagian stoplamp pun menggunakan teknologi yang sama. Sayangnya desain lampu depan sangat mirip dengan desain headlamp motor sport di kelas 250 cc milik Yamaha.
medcom.id, Jakarta: Insting dagang Honda untuk memfasilitasi keinginan konsumen sepeda motor matic nasional, memang berimbas pada upaya mereka menghadirkan ragam produk beda kasta. Seperti di jajaran motor matic milik mereka yang Rabu (14/1/2015) kemarin resmi diluncurkan, yaitu Vario 150 eSP dan 125 eSP.
Tentu bukan langkah sulit untuk membuat kapasitas mesin motor ini jadi membengkak layaknya kapasitas motor sport di segmen beginner. Mereka tinggal mengambil basis Honda PCX, terutama fitur dan kelengkapan teknologi terkini yang disematkan di motor tersebut. Hanya saja, mesin itu ditempelkan di rangka motor milik Vario.
"Ini adalah upaya untuk melokalkan motor matic 150 cc dengan harga yang lebih menggiurkan. Basis mesin dan fiturnya sama persis dengan PCX, hanya saja motor ini punya rangka yang lebih pendek. Sehingga harganya juga bisa jauh di bawah PCX. Apalagi juga diproduksi secara lokal dan sudah disesuaikan dengan keinginan atau ekspektasi pasar motor matic nasional," ujar Margono Tanuwijaya,
Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Tentang apa saja keuntungan dan klebihan yang disematkan pada PCX versi sasis pendek ini? coba simak beberapa hal berikut.
Lincah bermanuver
Lantaran rangkanya lebih pendek, motor ini bisa dipastikan lebih lincah bermanuver. Di kelas 150 cc, mungkin lawan sepadannya baru motor-motor Eropa seperti Vespa. Namun dari sisi harga dan kenyamanan, Vario 150 dipastikan lebih mengakomodirnya.
Lebih pendek, bisa diartikan bahwa motor ini punya bobot yang pastinya lebih ringan juga. PCX 150 punya bobot kosong sebesar 129 kilogram. Sementara Vario 150 eSP punya bobot kering 109 kilogram. Jadi bisa dipastikan motor akan lebih lincah bermanuver.
Kapasitas murni mesin lebih kecil
Jika mengambil konfigurasi mesin dari keduanya yaitu PCX 150 dan Vario 150, bisa dikatakan AHM melakukan penyesuaian pada kapasitas mesin dari 152,9 cc di PCX menjadi 149,3 cc. Hasilnya tenaga pun juga berbeda, namun hanya tidak sampai 1 daya kuda (dk), begitu juga dengan kemampuan akselerasi alias torsinya.
PCX 150 mampu melahirkan tenaga sebesar 12,97 dk pada putaran 8.500 RPM, sedangkan torsinya mampu mencapai 13,1 Nm pada putaran mesin 5.500 RPM. Sementara di Vario 150 cc, tenaga maksimalnya adalah 12,47 dk dan torsi sebesar 12,8 Nm.
Meski lebih kecil tenaga dan torsinya, jika dikonfigurasikan dengan bobot PCX 150 yang lebih berat 20 kg, maka akselerasi Vario 150 di atas kertas cukup unggul.
Ada satu hal yang cukup mengganjal di motor ini, yaitu alokasi penempatan baterai atau aki di bawah dek motor. Walau mungkin AHM sudah meminimalisir air bisa masuk ke bagian pemasok listrik ini, namun tetap riskan untuk melibas banjir yang akhir-akhir ini melanda Jakarta.
Lampu LED
Bermodalkan lampu LED (
light-emitting diode), bisa dipastikan konsumsi energi di motor ini akan lebih irit. Namun apalagi di bagian stoplamp pun menggunakan teknologi yang sama. Sayangnya desain lampu depan sangat mirip dengan desain headlamp motor sport di kelas 250 cc milik Yamaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)