Mengganti busi, sama pentingnya dengan mengganti oli. Medcom.id/Ahmad Garuda
Mengganti busi, sama pentingnya dengan mengganti oli. Medcom.id/Ahmad Garuda

Kapan Waktu Tepat untuk Mengganti Busi Sepeda Motor?

Otomotif perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 17 November 2019 14:00
Jakarta: Busi menjadi salah satu komponen yang sering dilupakan pemilik sepeda motor. Maklum, bentuknya tidak terlalu besar dan terletak di dalam mesin.
 
Padahal, busi punya peran penting yang berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin. Tujuannya untuk membakar campuran udara dan bahan bakar agar piston bisa bergerak sesuai dengan perintah ledakan bahan bakar setelah terkena bunga api tadi.
 
Dengan peran penting itu, busi layak mendapat perhatian ekstra. Jika tak dirawat secara berkala, busi yang sudah aus akan memengaruhi performa/kinerja mesin. Nantinya, busi tidak mampu lagi memantikan api dengan sempurna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika busi masih dalam kondisi baik, artinya masalah di ruang bakar bisa diminimalkan. Membiarkan kondisi busi yang sudah tak sempurna memantikkan bunga api bisa menimbulkan masalah dalam jangka panjang. Terutama yang berhubungan dengan piston dan blok silinder," kata Hendra, mekanik yang praktik di bengkel motor Aren Jaya Motor di Bekasi Timur kepada Medcom.id, beberapa waktu lalu.
 
Busi yang sudah aus dapat dikenali ketika mensin sepeda motor Anda terasa bergetar. Terkadang terdengar bunyi ledakan yang keluar dari knalpot akibat proses pembakaran yang tidak sempurna. Ledakan ini biasanya berulang, saat mesin deselerasi ataupun saat berakselerasi.
 
"Busi memiliki usia pakai hingga 10 ribu kilometer. Jika masih digunakan lewat dari batas yang ditentukan sudah tidak optimal. Terlebih busi merupakan komponen fast moving. Selain itu bahan bakar juga menjadi lebih boros karena kerja mesin yang semakin berat," tutup Hendra.
 
Menurut Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, sebelum melakukan modifikasi pada bagian pengapian, sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara kerja pengapian.
 
"Busi punya peran vital, yang berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin ketika Udara dan bahan bakar bercampur," kata Diko kepada Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pilih Varian Busi Motor Sesuai Kebutuhan Mesin
Diko sekali lagi menegaskan, fungsi busi adalah untuk menghasilkan listrik agar terjadi api, bukan menghasilkan api. Kemudian dijelaskan, pembesaran api pada busi sangat dipengaruhi oleh bentuk material bahan dan elektroda (elektroda pusat dan elektroda ground).
 
"Kita harus tahu dulu faktar mana yang sangat mempengaruhi proses pengapian, faktornya apa, saya kira kita harus tahu dulu. Sebetulnya busi sudah diciptakan dengan banyak varian pilihan, kita tinggal pilih mau variasai yang mana mulai dari yang model Nickel, G-Power hingga Irium," jelasnya.
 
Memilih varian busi yang sesuai dengan kendaraan bermotor Anda, adalah salah satu cara untuk menghindari modifikasi ekstrim yang salah. "Saya pernah bertemu dengan modifikasi yang memotong bagian electrokda-nya, yang katanya tujuannya untuk mmperbesar api. Padahal ini hal yang salah, karena durabiliti-nya tidak dapat.".
 
Sebelum memutuskan untuk melakukan penggantian busi, ada baiknya jika Anda mengetahui jenis busi yang Anda gunakan dan yang direkomendasikan untuk mesin tersebut. Jika masih menggunakan busi standar penggunaan harian, umumnya terbuat dari bahan nikel, maka rujukan penggantian sudah diberikan produsen kendaraan atau busi.
 
"Untuk motor, biasanya jarak tempuh 6.000 kilometer terhitung dari awal pemasangan komponen itu performa busi bermaterial nikel sudah mulai menurun. Percikan apinya tak fokus lagi dan elektroda atau ground-nya mulai terkikis. Sementara untuk mobil, jarak 20.000 kilometer adalah jarak mulai menurunnya performa busi," pungkas Diko.
 
Pria ramah itu pun memberikan saran mudah untuk mengetahui performa busi sudah menurun, yaitu kemampuan akselerasi dengan batas putaran menengah, biasanya semakin tinggi. Efeknya seperti saat menekan tuas kopling secara dalam kondisi setengah.
Kalau hal ini terjadi, artinya proses pembakaran tak lagi sempurna, dan efisiensi bahan bakar mulai melenceng dari ukuran ideal yang dikonsumsi mesin tersebut.
 
"Busi juga berfungsi menjaga performa mesin tetap pada tempatnya. Tapi kalau performa busi sudah menurun, maka performa mesin juga takkan maksimal. Kondisi ini jika dibiarkan, bisa membuat komponen pengapian lainnya juga perlahan mengalami masalah."

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif