medcom.id: Kejutan besar dilakukan tim Brough Superior dalam mengikuti Moto2 seri ke-12 di Silverstone, Inggris (31/8) nanti. Dimana Jeremy McWilliams yang merupakan pembalap kawakan berusia 50 tahun, didaulat menjadi pembalap di tim tersebut.
McWilliams sendiri sudah bertarung di ajang balap kelas dunia itu sejak tahun 1993, dimana saat itu kelas GP500 masih menjadi kelas tertinggi. Namun pemilihan McWilliams setelah sejak tahun 2007 tidak lagi bertarung di MotoGP untuk membalap di Moto2, sepertinya langkah besar dari Brough Superior.
"Saya menerima tawaran tim Brough Superior untuk menolong mereka mengembangkan motor. Dimana dengan budget yang sangat terbatas, mereka ingin melihat sejauh apa mereka bisa berbuat ditengah gempuran tim-tim papan atas yang sangat kompetitif. Saya sudah beberapa kali membawa tim kecil yang dibawah ekspektasi, mampu meraih hasil yang lebih baik," papar McWIlliams.
Keikut-sertaan Brough Superior di ajang balap Moto2 tahun ini dengan lisensi wild card, patut diacungi jempol. Lantaran paket motor yang mereka tawarkan cukup inovatif. Meski menggunakan mesin dari Honda, namun desain bodywork lebih ramping dan penempatan radiator di bagian bawah jok, membuatnya terlihat unik.
Belum ada kabar terkini dari manufaktur motor asal Inggris itu tentang kelanjutan kiprah mereka di ajang balap ini. Bisa saja ini hanya untuk membuktikan bahwa mereka juga punya keahlian membuat motor di segmen sport.
medcom.id: Kejutan besar dilakukan tim Brough Superior dalam mengikuti Moto2 seri ke-12 di Silverstone, Inggris (31/8) nanti. Dimana Jeremy McWilliams yang merupakan pembalap kawakan berusia 50 tahun, didaulat menjadi pembalap di tim tersebut.
McWilliams sendiri sudah bertarung di ajang balap kelas dunia itu sejak tahun 1993, dimana saat itu kelas GP500 masih menjadi kelas tertinggi. Namun pemilihan McWilliams setelah sejak tahun 2007 tidak lagi bertarung di MotoGP untuk membalap di Moto2, sepertinya langkah besar dari Brough Superior.
"Saya menerima tawaran tim Brough Superior untuk menolong mereka mengembangkan motor. Dimana dengan
budget yang sangat terbatas, mereka ingin melihat sejauh apa mereka bisa berbuat ditengah gempuran tim-tim papan atas yang sangat kompetitif. Saya sudah beberapa kali membawa tim kecil yang dibawah ekspektasi, mampu meraih hasil yang lebih baik," papar McWIlliams.
Keikut-sertaan Brough Superior di ajang balap Moto2 tahun ini dengan lisensi wild card, patut diacungi jempol. Lantaran paket motor yang mereka tawarkan cukup inovatif. Meski menggunakan mesin dari Honda, namun desain
bodywork lebih ramping dan penempatan radiator di bagian bawah jok, membuatnya terlihat unik.
Belum ada kabar terkini dari manufaktur motor asal Inggris itu tentang kelanjutan kiprah mereka di ajang balap ini. Bisa saja ini hanya untuk membuktikan bahwa mereka juga punya keahlian membuat motor di segmen sport.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)