medcom.id, Jakarta: Sejak kemarin malam (1/3/2016) Rafid Topan Sucipto, pembalap nasional asal Jakarta memasang foto dengan keterangan meminta dukungan dana. Dana ini diperlukan Topan untuk terjun membalap di kejuaraan Moto2 dunia.
"Tolong support saya buat mengibarkan merah putih di Moto2 2016 (kurang dana 50.000 euro)," tulis Topan dalam status akun Facebook miliknya.
Dana yang dibutuhkan Topan terbilang sedikit untuk turun full satu musim penuh di Moto2. Pasalnya dana lainnya sudah ditanggung oleh Speed Up, tim balap yang mengajaknya bergabung.
Lantas Topan hanya menanggung biaya 400 ribu euro, namun Pengprov IMI (Ikatan Motor Indonesia) DKI sudah siap menanggung 350 ribu euro saja. Dana kekurangan inilah yang masih dicari Topan. Jika dikonversi, Topan butuh sebesar Rp721 juta saja.
Namun di satu sisi, selain Speed Up, Topan juga dikontak oleh pihak lain untuk mengikuti CEV Moto2 Spanyol. Pada balapan ini, Dimas Ekky Pratama, pembalap Indonesia lainnya sudah dipastikan turun satu musim penuh.
Tentu ini cukup mengejutkan. Namun jika memang benar seperti itu kondisinya, Topan sudah lebih dari layak untuk mendapat dukungan. Mengingat, Ia hanya setahun membuktikan performanya di Moto2 2013 bersama tim QMMF Racing Team. Kerja sama mereka tak berlanjut karena minim dukungan dana dari pihak sponsor.
medcom.id, Jakarta: Sejak kemarin malam (1/3/2016) Rafid Topan Sucipto, pembalap nasional asal Jakarta memasang foto dengan keterangan meminta dukungan dana. Dana ini diperlukan Topan untuk terjun membalap di kejuaraan Moto2 dunia.
"Tolong
support saya buat mengibarkan merah putih di Moto2 2016 (kurang dana 50.000 euro)," tulis Topan dalam status akun Facebook miliknya.
Dana yang dibutuhkan Topan terbilang sedikit untuk turun
full satu musim penuh di Moto2. Pasalnya dana lainnya sudah ditanggung oleh Speed Up, tim balap yang mengajaknya bergabung.
Lantas Topan hanya menanggung biaya 400 ribu euro, namun Pengprov IMI (Ikatan Motor Indonesia) DKI sudah siap menanggung 350 ribu euro saja. Dana kekurangan inilah yang masih dicari Topan. Jika dikonversi, Topan butuh sebesar Rp721 juta saja.
Namun di satu sisi, selain Speed Up, Topan juga dikontak oleh pihak lain untuk mengikuti CEV Moto2 Spanyol. Pada balapan ini, Dimas Ekky Pratama, pembalap Indonesia lainnya sudah dipastikan turun satu musim penuh.
Tentu ini cukup mengejutkan. Namun jika memang benar seperti itu kondisinya, Topan sudah lebih dari layak untuk mendapat dukungan. Mengingat, Ia hanya setahun membuktikan performanya di Moto2 2013 bersama tim QMMF Racing Team. Kerja sama mereka tak berlanjut karena minim dukungan dana dari pihak sponsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)