medcom.id, Kualalumpur: Berbicara tentang racing part atau komponen otomotif untuk motor khususnya untuk 250 cc ke bawah, pasar nasional sudah cukup kenyang.
Sayang, tak semua toko atau merek mau melakukan riset dengan jalur yang benar. Alasannya jelas, selain membutuhkan dana besar, juga harus menyasar segmen yang memang membutuhkan. Tapi Racing Boy selaku produsen komponen aftermarket bermarkas di Kualalumpur, Malaysia hadir dengan inisial logo RCB, mengaku tak ingin asal-asalan.
"Menjajal pasar otomotif untuk komponen tidak boleh sembarangan kalau mau punya pembeda. Riset yang kami lakukan benar-benar harus mengacu pada kondisi yang ada dan memang sesuai kebutuhan. Misalnya untuk kondisi berkendara stop and go seperti di Jakarta, tidak perlu menggunakan komponen mesin high performance. Karena memang tidak akan efisien. Cukup yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya saja," ujar Doc Dol selaku Business Director RCB.
Pria berkebangsaan Singapura itu pun menegaskan bahwa brand yang Ia gawangi saat ini sedang fokus untuk meriset komponen khusus untuk motor 250 cc. Lantaran untuk pasar ASEAN, komponen untuk motor 250 cc sudah banyak permintaan.
"Dalam waktu yang tidak lama lagi, semoga riset yang kami lakukan tidak begitu lama. Sehingga di Indonesia pun yang notabene pangsa pasarnya cukup besar untuk kapasitas mesin 250 cc, sudah bisa tersedia," beber Doc Dol.
Untuk mengukuhkan brand mereka sebagai pemasok komponen motor high performance dan durability, RCB sendiri sudah tiga musim ini ikut menjadi sponsor di tim Movistar Yamaha MotoGP. Mantap!
medcom.id, Kualalumpur: Berbicara tentang
racing part atau komponen otomotif untuk motor khususnya untuk 250 cc ke bawah, pasar nasional sudah cukup kenyang.
Sayang, tak semua toko atau merek mau melakukan riset dengan jalur yang benar. Alasannya jelas, selain membutuhkan dana besar, juga harus menyasar segmen yang memang membutuhkan. Tapi Racing Boy selaku produsen komponen
aftermarket bermarkas di Kualalumpur, Malaysia hadir dengan inisial logo RCB, mengaku tak ingin asal-asalan.
"Menjajal pasar otomotif untuk komponen tidak boleh sembarangan kalau mau punya pembeda. Riset yang kami lakukan benar-benar harus mengacu pada kondisi yang ada dan memang sesuai kebutuhan. Misalnya untuk kondisi berkendara
stop and go seperti di Jakarta, tidak perlu menggunakan komponen mesin
high performance. Karena memang tidak akan efisien. Cukup yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya saja," ujar Doc Dol selaku Business Director RCB.
Pria berkebangsaan Singapura itu pun menegaskan bahwa
brand yang Ia gawangi saat ini sedang fokus untuk meriset komponen khusus untuk motor 250 cc. Lantaran untuk pasar ASEAN, komponen untuk motor 250 cc sudah banyak permintaan.
"Dalam waktu yang tidak lama lagi, semoga riset yang kami lakukan tidak begitu lama. Sehingga di Indonesia pun yang notabene pangsa pasarnya cukup besar untuk kapasitas mesin 250 cc, sudah bisa tersedia," beber Doc Dol.
Untuk mengukuhkan brand mereka sebagai pemasok komponen motor high performance dan durability, RCB sendiri sudah tiga musim ini ikut menjadi sponsor di tim Movistar Yamaha MotoGP. Mantap!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)