medcom.id: Perusahaan motorsport Prodrive mengumumkan bakal mulai memproduksi sepeda lipat ultra ringan akhir tahun ini. Bobotnya cuma 6,7 kilogram karena frame dan fork berbahan karbon.
Mekanisme lipat sepeda ini menggunakan lengan miring yang berporos di bottom bracket shell. Hal ini untuk memastikan bahwa rantai tetap dalam kondisi tegang/tidak kendur bahkan ketika sepeda dilipat secara penuh sehingga lebih mudah untuk dibawa/didorong.
Menurut desainer yang berbasis di London, Petre Craciun, sepeda lipat yang ada di pasaran sekarang masih memiliki bobot yang terlalu berat. Tidak terkecuali Brompton yang mendominasi pasar Inggirs, bobot model teringannya mencapai 9 kg.
"Saya ingin merancang sesuatu yang benar-benar berbeda, tidak hanya sebagai sepeda lipat yang ringan tetapi sebagai produk gaya khas yang eye-catching. Sehingga bisa langsung dikenali dan menjadi kebanggaan pemiliknya," kata Craciun.
Bahkan untuk mengurangi bobot nampak sepeda lipat ini hanya dilengkapi rem depan. Perangkat drivetrain untuk mengatur percepatan juga tidak ada di freehub. Absennya juluran kabel shifter dan rem belakang menjadikan sepeda lipat singgle speed ini terlihat minimalis.
Prodrive akan mulai diproduksi Oktober tahun ini dan dijual mulai awal 2017. Sayangnya belum ada keterangan resmi mengenai harga dan jangkauan wilayah pemasaran sepeda lipat ini.
Akankah dijual di Indonesia?
medcom.id: Perusahaan
motorsport Prodrive mengumumkan bakal mulai memproduksi sepeda lipat ultra ringan akhir tahun ini. Bobotnya cuma 6,7 kilogram karena frame dan fork berbahan karbon.
Mekanisme lipat sepeda ini menggunakan lengan miring yang berporos di
bottom bracket shell. Hal ini untuk memastikan bahwa rantai tetap dalam kondisi tegang/tidak kendur bahkan ketika sepeda dilipat secara penuh sehingga lebih mudah untuk dibawa/didorong.

Menurut desainer yang berbasis di London, Petre Craciun, sepeda lipat yang ada di pasaran sekarang masih memiliki bobot yang terlalu berat. Tidak terkecuali Brompton yang mendominasi pasar Inggirs, bobot model teringannya mencapai 9 kg.
"Saya ingin merancang sesuatu yang benar-benar berbeda, tidak hanya sebagai sepeda lipat yang ringan tetapi sebagai produk gaya khas yang
eye-catching. Sehingga bisa langsung dikenali dan menjadi kebanggaan pemiliknya," kata Craciun.
Bahkan untuk mengurangi bobot nampak sepeda lipat ini hanya dilengkapi rem depan. Perangkat drivetrain untuk mengatur percepatan juga tidak ada di
freehub. Absennya juluran kabel shifter dan rem belakang menjadikan sepeda lipat
singgle speed ini terlihat minimalis.
Prodrive akan mulai diproduksi Oktober tahun ini dan dijual mulai awal 2017. Sayangnya belum ada keterangan resmi mengenai harga dan jangkauan wilayah pemasaran sepeda lipat ini.
Akankah dijual di Indonesia?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)