Manhart MH1 CSL Murni Garapan ART
Manhart Performance kini punya ikon di pasar Indonesia. MP
BSD City: Nama besar tuning house spesialis BMW, Manhart Performance kini melekat ke workshop Auto Racing Technik (ART), akhirnya unjuk kemampuan dengan memboyong hasil karyanya di pameran otomotif nasional. Karya tersebut dibangun lewat kolaborasinya dengan tuning house asal Wuppertal, Jerman.

Diberi nama Manhart MH1 CSL, mobil modifikasi tersebut dibangun dari basis BMW 1M coupe dan dipamerkan di booth ART di hall 1 ICE BSD pada GIIAS 2018. Peningkatan performa yang dilakukan di mobil ini meliputi mesin, sasis, ECU, pengereman, suspensi, velg, body parts, sampai sektor aerodinamika. Konsepnya adalah memadukan beberapa bagian terbaik dari beberapa model BMW M yang digabung ke dalam sebuah mobil.

“Kami menyebut mobil Manhart MH1 CSL ini adalah karya best of the best hasil kolaborasi ART dan Manhart Performance. Semua bagian terbaik dari beberapa BMW M digabung ke dalam satu mobil. Hasilnya, Manhart MH1 CSL ini adalah mobil yang akan diidam-idamkan semua driver enthusiast,” jelas pemilik sekaligus tuner ART, Setiady Sungkono.

Mobil ini memakai body shell BMW 1M coupe yang kompak, dicangkokkan mesin V8 berkode S65 milik BMW M3. Mesin 4.000 cc naturally aspirated ini menggantikan mesin TwinPower Turbo bawaan 1M coupe karena memiliki respon yang lebih baik pada semua putaran. Selain itu, ECU-nya sudah diprogram dengan sofware khusus Manhart Performance sehingga bisa menghasilkan tenaga sebesar 450 hp.


Bagian bodi juga ditingkatkan penampilannya dengan memakai beberapa body part berbahan carbon fiber, dengan desain  terinsprasi model BMW M3 E46 CSL. Bagian sasis juga diperkuat, termasuk memasangkan suspensi berperforma tinggi Ohlins.

“Sebagai workshop, kami dipercaya men-develop sistem pengereman mobil ini. Perhitungan bobot mobil, tenaga mesin, jenis suspensi yang dipakai, serta karakter jalan yang kebanyakan mau dilalui jadi pertimbangan model rem yang mau dibuat. Karena itu pada kaliper rem ada logo ART sebagai tanda keberhasilan kami membuat perangkat tersebut,” sebut Setiady.

Pembangunan MANHART MH1 CSL ini juga disupervisi langsung oleh Adam Radkowski, Technical Director Manhart Performance. “Artinya mobil ini dikembangkan dengan serius dan tuner Indonesia dipercaya membuat ubahannya dari nol dengan memperhatikan kualitas pengerjaan tier (level) 1 khas Manhart Performance,” kata Setiady lagi. Mobil ini pun sudah pantas untuk dipakai di sirkuit, namun juga masih nyaman dipakai harian.

Bicara soal performa, Mercedes-Benz melalui divisi performanya yaitu AMG atau divisi performa Volkswagen Group yaitu ABT Sportsline, juga punya jagoan sendiri-sendiri dalam hal modifikasi performa. Rata-rata produk rumah modifikasi ini punya keluaran produk yang mengutamakan performa.

Katalisator Broquet
Di kesempatan yang sama, Setiady Sungkono yang juga jadi pemegang merek fuel catalyst Broquet di Indonesia melalui PT Broquet Indonesia, memberikan edukasi soal pentingnya katalisator bahan bakar kendaraan di Indonesia.

“Seperti kita tahu kualitas BBM di tanah air kurang sempurna. Ditambah iklim tropis membuat bakteri berkembang biak sangat cepat di dalam tangki yang menyebabkan pengendapan, serta penurunan nilai oktan dalam beberapa waktu. Untuk itulah kita memerlukan katalisator untuk mengurai molekul bakteri secara aktif,” terang Setiady.

Produk fuel catalyst Broquet buatan Inggris ini bekerja untuk mempertahankan kualitas BBM sebagai mana seharusnya. Selain itu, juga untuk merendahkan kebutuhan oktan bahan bakar pada mesin dengan cara memecah molekulnya sehingga lebih mudah dibakar. Efek yang tercipta adalah seperti memakai bahan bakar dengan nilai oktan 3-5 RON di atasnya.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id