medcom.id, Bekasi: Punya sedan sports classic merupakan impian Sarwono Sersan Kepala yang bertugas di Yonif Infanteri 202. Namun tidak selamanya impian seindah pandangan mata. Meski mobilnya terlihat klasik, namun urusan jantung mekanis, pria ini bisa dibilang kurang puas.
Buktinya, Sarwono malah memilih untuk mengganti jantung mekanis di mobilnya. Dengan konsep sports classic bertenaga besar, mesin asli 1.300 cc bawaan Corolla lawas itu pun langsung diganti. Mobil berkelir merah itu sekarang resmi punya performa oke karena mesinnya membengkak jadi 2.000 cc.
Berbicara tentang mesin, Sarwono memilih untuk aplikasi jantung mekanis Toyota Kijang 2004 bermesin 2.000 cc EFI. Tidak ingin tanggung, petugas bela negara berseragam tentara Indonesia itu, memboyong transmisi 5-percepatan milik Kijang.
Penggarapan mobilnya dipercayakan pada rumah modifikasi Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat. Walhasil, tenaga meningkat drastis, dan mampu mencapai top speed hingga 140 km per jam. “Selain enak buat harian, yang terpenting siap untuk luar kota juga,” ujar Sarwono.
Untuk kecepatan seperti itu jika dibandingkan dengan mobil-mobil modern, memang agak ketinggalan. Namun untuk performa mesin yang sudah berusia lebih dari 10 tahun, rasanya cukup seperti itu. Tentu juga untuk menjaga durabilitas mesin. Lantaran bisa saja performanya diangkat lebih tinggi, tapi konsekuensi nyaman buat harian dan efektifitas konsumsi bbm, jadi dikorbankan.
"Kita sudah biasa kalau untuk ganti mesin, tapi memang untuk pemasangan mesin agak kerja ekstra karena harus mengubah dudukan alias mounting mesin ke rangka mobil," beber Fahmi.
Demi mendukung penampilan luar, sedan empat pintu ini diubah menjadi sedan coupe dua pintu. Fender dibesarkan biar tidak mentok pakai pelek belang Inkei 16 inci. "Kalau untuk audio yang penting cukup enak didengar untuk teman berkendara," sambung Sarwono.
Namanya mobil sport classic, tidak sah tentunya jika tak menggunakan model jok racing. Tapi sebenarnya cukup cerdas juga. Lantaran dipilih jok semi bucket seat, sehingga masih nyaman untuk digunakan perjalanan jauh alias tidak keras. Hmm, cukup layak untuk jadi inspirasi.
Data Modifikasi:
Eksterior
- Body Custom
- Grill depan Custom
- Spion Tanduk
- Handle Pintu Toyota Kijang
- Fender Kaki-kaki Custom
Interior
- Jok Racing Sparco
- Tachometer
- Steer Racing Momo
- Power Window Toyota Kijang
Mesin
- Toyota Kijang 2004 200cc EFI
- Open air filter Dakota
- Koil Malori
- Kabel Busi Malori
- Busi racing iridium
- Power Stering Toyota Starlet
medcom.id, Bekasi: Punya sedan
sports classic merupakan impian Sarwono Sersan Kepala yang bertugas di Yonif Infanteri 202. Namun tidak selamanya impian seindah pandangan mata. Meski mobilnya terlihat klasik, namun urusan jantung mekanis, pria ini bisa dibilang kurang puas.
Buktinya, Sarwono malah memilih untuk mengganti jantung mekanis di mobilnya. Dengan konsep
sports classic bertenaga besar, mesin asli 1.300 cc bawaan Corolla lawas itu pun langsung diganti. Mobil berkelir merah itu sekarang resmi punya performa
oke karena mesinnya membengkak jadi 2.000 cc.

Berbicara tentang mesin, Sarwono memilih untuk aplikasi jantung mekanis Toyota Kijang 2004 bermesin 2.000 cc EFI. Tidak ingin tanggung, petugas bela negara berseragam tentara Indonesia itu, memboyong transmisi 5-percepatan milik Kijang.
Penggarapan mobilnya dipercayakan pada rumah modifikasi Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat. Walhasil, tenaga meningkat drastis, dan mampu mencapai top speed hingga 140 km per jam. “Selain enak buat harian, yang terpenting siap untuk luar kota juga,” ujar Sarwono.

Untuk kecepatan seperti itu jika dibandingkan dengan mobil-mobil modern, memang agak ketinggalan. Namun untuk performa mesin yang sudah berusia lebih dari 10 tahun, rasanya cukup seperti itu. Tentu juga untuk menjaga durabilitas mesin. Lantaran bisa saja performanya diangkat lebih tinggi, tapi konsekuensi nyaman buat harian dan efektifitas konsumsi bbm, jadi dikorbankan.
"Kita sudah biasa kalau untuk ganti mesin, tapi memang untuk pemasangan mesin agak kerja ekstra karena harus mengubah dudukan alias mounting mesin ke rangka mobil," beber Fahmi.

Demi mendukung penampilan luar, sedan empat pintu ini diubah menjadi sedan coupe dua pintu. Fender dibesarkan biar tidak mentok pakai pelek belang Inkei 16 inci. "Kalau untuk audio yang penting cukup enak didengar untuk teman berkendara," sambung Sarwono.
Namanya mobil sport classic, tidak sah tentunya jika tak menggunakan model jok racing. Tapi sebenarnya cukup cerdas juga. Lantaran dipilih jok semi bucket seat, sehingga masih nyaman untuk digunakan perjalanan jauh alias tidak keras. Hmm, cukup layak untuk jadi inspirasi.
Data Modifikasi:
Eksterior
- Body Custom
- Grill depan Custom
- Spion Tanduk
- Handle Pintu Toyota Kijang
- Fender Kaki-kaki Custom
Interior
- Jok Racing Sparco
- Tachometer
- Steer Racing Momo
- Power Window Toyota Kijang
Mesin
- Toyota Kijang 2004 200cc EFI
- Open air filter Dakota
- Koil Malori
- Kabel Busi Malori
- Busi racing iridium
- Power Stering Toyota Starlet
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)