Xpander AP4 akan melanjutkan uji coba di lintasan tarmac & gravel. XRT
Xpander AP4 akan melanjutkan uji coba di lintasan tarmac & gravel. XRT

Tes Mobil Balap

Lanjutkan Uji Coba, Xpander AP4 akan Lahap Lintasan Aspal Meikarta

Otomotif mitsubishi modifikasi mobil
Ekawan Raharja • 23 Juli 2020 12:31
Jakarta: Xpander Rally Team (XRT) tampaknya masih ingin mencari data lebih banyak lagi mengenai mobil yang sedang dikembangkannya ini. Jika di uji coba pertama kemarin mereka melakukan uji coba di lintasan tanah, kini giliran saatnya mencoba di lintasan aspal/tarmac.
 
Rencananya akhir pekan ini (25-26/7/2020) mereka akan kembali melakukan uji coba di Sirkuit Central Park Meikarta, Jawa Barat. Uji coba ini masih termasuk dalam rangkaian uji coba pengembangan MPV reli tersebut sebelum akhirnya akan digunakan turun pada musim balap tahun depan.
 
Uji coba di Sirkuit Meikarta karena tahun lalu kawasan yang berada di Cikarang Jawa Barat itu sempat menjadi salah satu lokasi dalam Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2019. Selain itu, tidak hanya trek aspal, di tahun ini Meikarta telah menyiapkan lintasan unik dengan mengombinasikan antara trek antara aspal dengan gravel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Team Manager XRT Julian Johan, menjelaskan menghadapi uji coba di lintasan dengan kombinasi aspal dan gravel, dirinya dan Chief Engineer XRT, Wiwie Rianto, telah berkomunikasi dengan Ralliart Selandia Baru. "Ada beberapa hal yang kami bahas, tapi yang utama adalah set-up suspensi," ujar pria yang akrab disapa Jeje.
 
Menurut Jeje, kehadiran dua jenis permukaan yaitu aspal dan gravel di satu lintasan menjadi hal yang sangat menantang. Pada dasarnya setting-an kendaraan di dua permukaan tersebut sangat berbeda.
 
"Kondisi ini agak tricky. Pilihan pertama jika mengubah per yang lebih pendek, seperti untuk lintasan aspal umumya, mobil akan turun beberapa sentimeter. Juga harus menggunakan pelek diameter 18 inci dengan kaliper rem yang lebih besar," terang Jeje.
 
Menurut Jeje lebih lanjut, karena ada kombinasi gravel dan aspal, akhirnya XRT akan mencoba tetap menggunakan per yang sama, ketinggian mobil diturunkan sekitar 15 mm namun set-up posisi low speed bump akan berada di posisi maksimal. Tujuannya adalah mobil ini akan sedikit body roll di lintasan aspal namun tetap bisa menahan goncangan di permukaan gravel. Dengan set-up ini ban yang digunakan tetap menggunakan ring 15 gravel spec dengan kembangan ban yang lebih tipis.
 
"Semoga hasil tes ini dapat menjadi dokumen penting bagi kami dalam menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya," ucap Jeje.

Kombinasi Lintasan Aspal dan Gravel Jarang Ada

Pereli XRT, Rifat Sungkar, mengaku tertantang menghadapi kombinasi lintasan uji coba di Meikarta. Dia pun mengakui kagum dengan lintasan ini, mengingat kombinaso dua lintasan, aspal dan gravel, sangat jarang ada di Indonesia.
 
"Saya lihat kombinasi lintasan seperti ini di World Rally Championship (WRC) Spanyol dan Rally Asia Pacific di China. Saya kagum melihat lintasan gravel di Meikarta. Bagus sekali. Dan saya lihat persiapannya cukup maksimal dengan dukungan penuh dari pengelola Meikarta," ucap Rifat Sungkar.
 
"Dan yang membuat saya kagum, yang membuat trek gravel Meikarta ini adalah orang yang biasa membuat lapangan golf," tukas Rifat.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif