medcom.id, Jakarta: Event Yamaha Sunday Race R-Series seri pertama memang sudah usai, tapi tetap saja ada yang menarik untuk diulas. Salah satunya Yamaha YZF-R25 milik tim Daytona Proven Performance. Motor ini mampu meraih pole position di kelas profesional rider, dan finish kedua.
Hasil ini terbilang mantap lantaran motor yang menempati posisi satu dan tiga, telah membengkak kapasitas mesinnya alias bore-up hingga 280 cc sesuai batas ketentuan regulasi. Sedangkan motor yang ditunggangi Hendra Rusmana Rusbule ini masih tetap standar, 250 cc.
"Saya mau memaksimalkan potensi mesin yang ada seperti ini, jadi bisa tahu letak kekurangan dan apa yang perlu dimaksimalkan," kata Hendra.
Dapur pacu standar motor ini mencapai 36,4 daya kuda, dengan torsi puncak 23,2 Nm. "Untuk mesin cuma di porting-polish head silinder dan custom camshaft," sahut Fariz Aldino, Manager tim Daytona Proven Performance.
Selain menyentuh dua bagian tadi, beberapa part racing juga dipasangkan seperti knalpot, suspensi bagian dalam dan ECU menggunakan Daytona. Kemudian setingan final gear pakai paduan 14 dan 45 mata yang juga merek Daytona.
Untuk seri kedua nanti, Fariz mengatakan akan melakukan uji coba terlebih dulu untuk memperbesar kapasitas mesin jadi 280 cc. "Kita lagi menunggu piston hi-compression, tiga pekan lagi datang," katanya.
Jika hasil positif, maka tim ini akan menggunakan mesin berkapasitas 280 cc pada seri kedua. "Kita harus tes dulu, takutnya malah power drop di lap-lap akhir, karena kalau bore-up liner silinder yang tersedia liner besi, harusnya diasil," beber Fariz lagi.
Kalau begitu ditunggu aksinya pada seri kedua yang akan datang.
Data modifikasi
Silinder head : porting-polish
Camshaft : Custom
Knalpot : Daytona GP Taper
ECU : Pro ECU Daytona
Final gear : Daytona
Throttle body : 34 mm custom air box
Sok belakang : Ohlins
Sok depan : Custom Daytona
medcom.id, Jakarta: Event Yamaha Sunday Race R-Series seri pertama memang sudah usai, tapi tetap saja ada yang menarik untuk diulas. Salah satunya Yamaha YZF-R25 milik tim Daytona Proven Performance. Motor ini mampu meraih pole position di kelas
profesional rider, dan finish kedua.
Hasil ini terbilang mantap lantaran motor yang menempati posisi satu dan tiga, telah membengkak kapasitas mesinnya alias
bore-up hingga 280 cc sesuai batas ketentuan regulasi. Sedangkan motor yang ditunggangi Hendra Rusmana Rusbule ini masih tetap standar, 250 cc.
"Saya mau memaksimalkan potensi mesin yang ada seperti ini, jadi bisa tahu letak kekurangan dan apa yang perlu dimaksimalkan," kata Hendra.
Dapur pacu standar motor ini mencapai 36,4 daya kuda, dengan torsi puncak 23,2 Nm. "Untuk mesin cuma di
porting-polish head silinder dan
custom camshaft," sahut Fariz Aldino,
Manager tim Daytona Proven Performance.
Selain menyentuh dua bagian tadi, beberapa part racing juga dipasangkan seperti knalpot, suspensi bagian dalam dan ECU menggunakan Daytona. Kemudian setingan final gear pakai paduan 14 dan 45 mata yang juga merek Daytona.
Untuk seri kedua nanti, Fariz mengatakan akan melakukan uji coba terlebih dulu untuk memperbesar kapasitas mesin jadi 280 cc. "Kita lagi menunggu piston
hi-compression, tiga pekan lagi datang," katanya.
Jika hasil positif, maka tim ini akan menggunakan mesin berkapasitas 280 cc pada seri kedua. "Kita harus tes dulu, takutnya malah
power drop di lap-lap akhir, karena kalau
bore-up liner silinder yang tersedia
liner besi, harusnya diasil," beber Fariz lagi.
Kalau begitu ditunggu aksinya pada seri kedua yang akan datang.
Data modifikasi
Silinder head : porting-polish
Camshaft : Custom
Knalpot : Daytona GP Taper
ECU : Pro ECU Daytona
Final gear : Daytona
Throttle body : 34 mm custom air box
Sok belakang : Ohlins
Sok depan : Custom Daytona
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)