Osaka: National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) kembali membawa karya modifikasi Tanah Air ke panggung global melalui partisipasi NMAA Great of Indonesia di Osaka Auto Messe (OAM) 2026. Kehadiran ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi industri kreatif otomotif Indonesia di pasar internasional.
Tahun ini, NMAA mengusung narasi konektivitas budaya yang dituangkan dalam satu unit modifikasi ikonik, Toyota 86 bertema 'Harmony of Waves' yang dijuluki Milly. Mobil sport tersebut menjadi representasi pertemuan dua negara kepulauan, Jepang dan Indonesia, yang disimbolkan melalui laut sebagai sumber energi dan ketenangan.
Elemen visual Milly memadukan simbol Ombak Jepang (Ukiyo-e) dengan motif Awan Mega Mendung khas Cirebon. Dominasi warna biru pada bodi mobil memperkuat pesan persahabatan dan apresiasi terhadap keindahan budaya maritim kedua negara.
"Milly merepresentasikan harmoni dua elemen yang selalu bergerak namun tetap selaras, seperti hubungan kreatif Indonesia dan Jepang yang saling menginspirasi," jelas Project Director IMX & Founder NMAA, Andre Mulyadi, melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Cek Harga dan Spesifikasi Changan Deepal S07
Kolaborasi Fashion dan Otomotif
Tidak hanya menghadirkan mobil modifikasi, NMAA juga menggandeng desainer Shizka Prive yang menampilkan busana batik kurasi khusus di area display. Busana tersebut menggunakan material premium dengan pendekatan desain modern untuk memperkuat pesan budaya yang diusung Milly.
Batik bertema 'Ketenangan dalam Perubahan' mengangkat motif Mega Mendung dari Cirebon. Motif tersebut memiliki makna simbolik tentang kesabaran, pengendalian diri, perjalanan hidup manusia, hingga harapan dan berkah yang digambarkan melalui hujan.
“Awan mendung yang tidak hanya melambangkan hujan, tetapi juga kesabaran, kesejukan hati, dan harapan akan kehidupan. Baju ini menyampaikan pesan bahwa ketenangan batin adalah kekuatan, terutama di tengah perubahan hidup,” ucap Shizka Prive.
Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa batik sebagai warisan budaya yang diakui UNESCO mampu beradaptasi dengan industri lifestyle otomotif global, sekaligus meningkatkan nilai estetika kendaraan modifikasi.
Osaka: National Modificator & Aftermarket Association (
NMAA) bersama
Ikatan Motor Indonesia (IMI) kembali membawa karya modifikasi Tanah Air ke panggung global melalui partisipasi NMAA Great of Indonesia di Osaka Auto Messe (OAM) 2026. Kehadiran ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi industri kreatif otomotif Indonesia di pasar internasional.
Tahun ini, NMAA mengusung narasi konektivitas budaya yang dituangkan dalam satu unit modifikasi ikonik, Toyota 86 bertema 'Harmony of Waves' yang dijuluki Milly. Mobil sport tersebut menjadi representasi pertemuan dua negara kepulauan, Jepang dan Indonesia, yang disimbolkan melalui laut sebagai sumber energi dan ketenangan.
Elemen visual Milly memadukan simbol Ombak Jepang (Ukiyo-e) dengan motif Awan Mega Mendung khas Cirebon. Dominasi warna biru pada bodi mobil memperkuat pesan persahabatan dan apresiasi terhadap keindahan budaya maritim kedua negara.
"Milly merepresentasikan harmoni dua elemen yang selalu bergerak namun tetap selaras, seperti hubungan kreatif Indonesia dan Jepang yang saling menginspirasi," jelas Project Director IMX & Founder NMAA, Andre Mulyadi, melalui keterangan resminya.
Kolaborasi Fashion dan Otomotif
Tidak hanya menghadirkan mobil modifikasi, NMAA juga menggandeng desainer Shizka Prive yang menampilkan busana batik kurasi khusus di area display. Busana tersebut menggunakan material premium dengan pendekatan desain modern untuk memperkuat pesan budaya yang diusung Milly.
Batik bertema 'Ketenangan dalam Perubahan' mengangkat motif Mega Mendung dari Cirebon. Motif tersebut memiliki makna simbolik tentang kesabaran, pengendalian diri, perjalanan hidup manusia, hingga harapan dan berkah yang digambarkan melalui hujan.
“Awan mendung yang tidak hanya melambangkan hujan, tetapi juga kesabaran, kesejukan hati, dan harapan akan kehidupan. Baju ini menyampaikan pesan bahwa ketenangan batin adalah kekuatan, terutama di tengah perubahan hidup,” ucap Shizka Prive.
Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa batik sebagai warisan budaya yang diakui UNESCO mampu beradaptasi dengan industri lifestyle otomotif global, sekaligus meningkatkan nilai estetika kendaraan modifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)