medcom.id: Biasanya mobil-mobil yang diturunkan dalam ajang drifting adalah mobil-mobil yang berbobot ringan hingga sedang, dengan tipe coupe atau sedan dan menggunakan penggerak roda belakang/ rear-wheel-drive serta front engine. Seperti Nissan Skyline, Nissan Sylvia, Toyota Mark II, Toyota Corolla DX, dan Toyota Levin/Sprinter Trueno (AE86).
Namun tidak demikian yang dilakukan pria asal Australia bernama Jarrad Klingberg, karena mobil balap yang dibangunnya untuk ikut di kompetisi International Drift Challenge adalah pilihan yang tidak biasa. Yaitu Toyota Corolla model station wagon keluaran 1983.
"Saya telah membeli paket mesin SR20 kepunyaan Nissan seminggu sebelumnya. Mesin ini akan saya tukar dan konversikan dengan differential R31 Skyline diff. Tujuannya untuk mendongkrak tenaga hingga 110 persen, dari 95 daya kuda menjadi 270 daya kuda."
Sebagai sumber tenaga, Klingberg menukar mesin asli bawaan Toyota Corolla wagon 1983, Celica twin-cam 18R-C dengan mesin SR20 kepunyaan Nissan. Dengan berat kurang dari 2.000 pound, berpenggerak roda belakang, Ia berharap dapat memaksimalkan keandalan Toyota Corolla wagon-nya. Termasuk dengan mengganti coilovers dan blok depan AE86.
Ide Klingberg untuk mendongkrak tenaga mesin ternyata tidak berjalan mulus, karena tenaga yang dihasilkan tiga kali lebih besar membuat gearbox tidak awet dan cepat rusak.
Untuk membuatnya lebih tahan lama, Ia pun menggunakan gearbox R33 Skyline RB25-spec dan hasilnya tidak mengecewakan. Sementara di bagian suspensi dipasangkan four-link setup dan repositioned shock towers, tujuannya agar lebih enak ketika mobil ngepot. Temasuk dengan memangkas bodi mobil di beberapa bagian, seperti bagian fender dan bemper depan-belakang.
"Tidak sia-sia, mobil ini berhasil menuai penghargaan, diantaranya telah enam kali naik podium di tahun pertamanya. Corolla ini juga telah membuktikan dan menjadi street-legal to a competitive drift car."
medcom.id: Biasanya mobil-mobil yang diturunkan dalam ajang
drifting adalah mobil-mobil yang berbobot ringan hingga sedang, dengan tipe
coupe atau sedan dan menggunakan penggerak roda belakang/
rear-wheel-drive serta
front engine. Seperti Nissan Skyline, Nissan Sylvia, Toyota Mark II, Toyota Corolla DX, dan Toyota Levin/Sprinter Trueno (AE86).
Namun tidak demikian yang dilakukan pria asal Australia bernama Jarrad Klingberg, karena mobil balap yang dibangunnya untuk ikut di kompetisi International Drift Challenge adalah pilihan yang tidak biasa. Yaitu Toyota Corolla model
station wagon keluaran 1983.

"Saya telah membeli paket mesin SR20 kepunyaan Nissan seminggu sebelumnya. Mesin ini akan saya tukar dan konversikan dengan
differential R31 Skyline diff. Tujuannya untuk mendongkrak tenaga hingga 110 persen, dari 95 daya kuda menjadi 270 daya kuda."
Sebagai sumber tenaga, Klingberg menukar mesin asli bawaan Toyota Corolla wagon 1983, Celica
twin-cam 18R-C dengan mesin SR20 kepunyaan Nissan. Dengan berat kurang dari 2.000 pound, berpenggerak roda belakang, Ia berharap dapat memaksimalkan keandalan Toyota Corolla wagon-nya. Termasuk dengan mengganti
coilovers dan blok depan AE86.

Ide Klingberg untuk mendongkrak tenaga mesin ternyata tidak berjalan mulus, karena tenaga yang dihasilkan tiga kali lebih besar membuat g
earbox tidak awet dan cepat rusak.
Untuk membuatnya lebih tahan lama, Ia pun menggunakan gearbox R33 Skyline RB25-spec dan hasilnya tidak mengecewakan. Sementara di bagian suspensi dipasangkan
four-link setup dan
repositioned shock towers, tujuannya agar lebih enak ketika mobil ngepot. Temasuk dengan memangkas bodi mobil di beberapa bagian, seperti bagian
fender dan bemper depan-belakang.

"Tidak sia-sia, mobil ini berhasil menuai penghargaan, diantaranya telah enam kali naik podium di tahun pertamanya. Corolla ini juga telah membuktikan dan menjadi
street-legal to a competitive drift car."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)