medcom.id: Troy Bayliss memang telah memutuskan untuk pensiun dari dunia balap, khususnya World Superbike Championship (WSBK) untuk kedua kalinya. Tapi pria satu ini tak bisa lepas dari dunia balap yang membesarkan namanya. Buktinya ia akan kembali balapan pakai motor dirt bike.
Bayliss siap beraksi pada Mei nanti diajang AMA Pro Grand National Flat Track Series. Pria Australia tersebut akan ngebut di lintasan menggunakan Ducati Scramble yang telah mengalami modifikasi untuk dipakai berkompetisi di ajang flat track tersebut.
Tapi untuk penggerak roda, motor ini dibekali mesin 1.100 cc, berpendingin udara, dua silinder dengan konfigurasi L. Jantung mekanis yang menggusur mesin bawaan motor berkapasitas 803 cc ini tak terpasang pada rangka bawaan. Melainkan rangka custom yang memang disesuaikan dengan kebutuhan balap flat track.
"Gigi saya pernah patah saat membalap dibalapan seperti ini saat muda. Latihan dirt bike sangat membantu karir saya dibalapan aspal dan kembali kebalapan seperti ini, membuat saya seperti muda lagi," kata Bayliss seperti dikutip dari MCN.
AMA Pro Grand National sendiri merupakan ajang balapan flat track dengan permukaan lintasan yang terbuat dari tanah. Balapan ini sangat kental aroma klasik, dan telah diselenggarakan sejak tahun 1900-an. Pembalap WSBK dan MotoGP kerap berlatih dengan dirt bike karena dianggap bisa meningkatkan skill serta melatih fisik mereka.
Sayang, tak ada spesifikasi yang lebih detail yang disebutkan pada motor tersebut. Padahal ini bisa jadi inspirasi para flat-tracker yang ingin melakukan engine swap.
medcom.id: Troy Bayliss memang telah memutuskan untuk pensiun dari dunia balap, khususnya World Superbike Championship (WSBK) untuk kedua kalinya. Tapi pria satu ini tak bisa lepas dari dunia balap yang membesarkan namanya. Buktinya ia akan kembali balapan pakai motor
dirt bike.
Bayliss siap beraksi pada Mei nanti diajang AMA Pro Grand National Flat Track Series. Pria Australia tersebut akan ngebut di lintasan menggunakan Ducati Scramble yang telah mengalami modifikasi untuk dipakai berkompetisi di ajang
flat track tersebut.
Tapi untuk penggerak roda, motor ini dibekali mesin 1.100 cc, berpendingin udara, dua silinder dengan konfigurasi L. Jantung mekanis yang menggusur mesin bawaan motor berkapasitas 803 cc ini tak terpasang pada rangka bawaan. Melainkan rangka custom yang memang disesuaikan dengan kebutuhan balap
flat track.
"Gigi saya pernah patah saat membalap dibalapan seperti ini saat muda. Latihan dirt bike sangat membantu karir saya dibalapan aspal dan kembali kebalapan seperti ini, membuat saya seperti muda lagi," kata Bayliss seperti dikutip dari MCN.
AMA Pro Grand National sendiri merupakan ajang balapan
flat track dengan permukaan lintasan yang terbuat dari tanah. Balapan ini sangat kental aroma klasik, dan telah diselenggarakan sejak tahun 1900-an. Pembalap WSBK dan MotoGP kerap berlatih dengan
dirt bike karena dianggap bisa meningkatkan
skill serta melatih fisik mereka.
Sayang, tak ada spesifikasi yang lebih detail yang disebutkan pada motor tersebut. Padahal ini bisa jadi inspirasi para
flat-tracker yang ingin melakukan
engine swap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)