Citroen DS Break 1970 yang sudah hampir rampung di restorasi. Medcom.id/Ekawan Raharja
Citroen DS Break 1970 yang sudah hampir rampung di restorasi. Medcom.id/Ekawan Raharja

Citroen DS Break, Jadul tapi Tetap Sexy

Otomotif modifikasi mobil citroen
Ekawan Raharja • 23 Oktober 2019 08:18
Jakarta: gelaran Saturday French Automobile Meetup (SFAM) 2019 banyak menyajikan mobil-mobil eksotis asal Prancis, baik dari merek Renault, Peugeot, hingga Citroen. Khusus nama terakhir, terdapat sebuah estate klasik yang memiliki desain khas merek Perancis yakni Citroen DS Break.
 
Citroen DS Break adalah versi station wagon dari Citroen DS. Mobil ini diproduksi dari tahun 1955 hingga 1975, dan mobil yang ditemui kali ini adalah produksi 1970.
 
Mekanik Spesialis Citroen, Maman, menjelaskan mobil ini merupakan salah satu harta karun otomotif. Bagaimana tidak, untuk rangka dan body saja tanpa mesin dihargai Rp150 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Citroen DS Break, Jadul tapi Tetap Sexy
 
"Mobil ini sengaja disetir sendiri dari bengkel. Bengkel saya ada di kawasan Jl. Juanda, Margonda, Depok, Jawa Barat,” buka Maman saat ditemui Mitra Terrace Jakarta.
 
Maman bercerita bahwa mobil ini milik Hening asal Bandung. Namun pertama kali mobil ini datang ke bengkel dalam kondisi hancur tanpa mesin. Hingga akhirnya bisa dipamerkan di SFAM 2019, perlu waktu 3,5 tahun untuk bisa merestorasinya.
 
“Mobil ini sudah dibangun sekitar 3,5 tahun, kira-kira dari 2015 sudah dibangun. Kondisi mobil waktu didapat itu cuma body-nya tanpa mesin, dalam keadaan benar-benar bahan,” lanjutnya.
 
Citroen DS Break, Jadul tapi Tetap Sexy
 
Kemudian Maman perlahan-lahan melakukan restorasi di body, interior, dan menyematkan mesin di DS Break klasik ini. Uniknya, Maman tidak menyematkan mesin aslinya DS Break, melainkan menggunakan mesin Citroen CX Pallas.
 
"Mesin Citroen DS Break ini sebenarnya ditawarkan dengan dua pilihan mesin, yakni 2.100 cc dan 2.300 cc. Kita pilih mesin CX Pallas ini. Karena mesin yang dipakai oleh CX Pallas ini dianggap serupa dengan Citroen DS Break 2.300 cc,” katanya.
 
Pemasangan mesin ini tidak semudah yang diperkirakan karena meski serupa namun mekanisme mesin ini berbeda. Sistem mekanis atau arah putar dari mesin CX Pallas berlawanan arah dengan milik DS Break. "Saya akhirnya bekerja untuk mengakali sistem mekanis tersebut agar berfungsi seperti layaknya mobil aslinya."
 
Citroen DS Break, Jadul tapi Tetap Sexy
 
Transmisi yang digunakan ini masih memakai aslinya, 4-percepatan milik bawaan DS Break. Kemudian setelah mesin, dia merestorasi beberapa komponen yang hilang seperti as brander yang kemudian dia buat ulang secara handmade.
 
Salah satu keunikan dari mobil ini, meski diproduksi tahun 1970-an, namun DS Break ini sudah memiliki sistem suspensi hydropneumatic. Sistem ini memungkinkan suspensi naik turun secara otomatis, akan naik jika mesin mobil dipanaskan dan akan turun jika mobil sudah parkir dalam waktu yang lama.
 
Hal tersebut dikarenakan pada era 1950-an hingga 1979, jalanan di wilayah Perancis memiliki kontur jalan yang sangat buruk. Sama seperti halnya Mercedes-Benz meracik suspensi agar mobilnya tetap nyaman digunakan.
 
Citroen DS Break, Jadul tapi Tetap Sexy
 
“Awalnya itu sistem hidroliknya tidak ada semua. Jadi sistem hidroliknya itu kita rakit sendiri dari awal,” lanjut maman.
 
Maman cerita bahwa restorasi mobil ini sudah memakan biaya hingga Rp500 juta. Namun hingga saat ini ada beberapa komponen yang belum rampung, salah satunya pendingin ruangan. Kira-kira kalau sudah full restorasi akan seperti apa jadinya?
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif