Si Pahut dengan basis Norton Commando. Kustomfest
Si Pahut dengan basis Norton Commando. Kustomfest

'Si Pahut' Norton Commando Menuju Pentas Dunia

Otomotif modifikasi motor
Ekawan Raharja • 28 Oktober 2019 09:09
Yogyakarta: Tren sepeda motor custom di Indonesia belakangan ini berkembang cukup pesat, dan kualitasnya cukup diakui mumpuni. Bahkan banyak builder dari luar Pulau Jawa yang mumpuni dan memiliki hasil pengerjaan yang luar biasa, dan ini coba ditunjukan oleh Geges Garage.
 
Geges garage sebuah keluarga kecil bengkel custom bike dari Pekanbaru membawa besutan terbaru mereka Si Pahut untuk tampil di ajang nasional Kustomfest Jogja pada tanggal 5-6 Oktober 2019. Alhasil sepeda motor mereka yang berbasis Norton Commando 850 cc tahun 1973 berhasil meraih juara pertama motor kustom di kelas Free For All (FFA).
 
Kepala Geges Garage, Ronny Lesmana Sinaga, menjelaskan si Pahut dilahirkan di Pekanbaru melalui tangan-tangan terampil builder Pekanbaru yang telah berhasil merubah stigma selama ini bahwa dunia kustom Indonesia dikuasai oleh teman-teman pelaku custom di daerah Jawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


'Si Pahut' Norton Commando Menuju Pentas Dunia
 
"Kemenangan ini memberikan harapan kepada seluruh pelaku kustom diluar pulau Jawa khususnya Sumatera" ujar Ronny Lesmana Sinaga melalui keterangan resminya.
 
Tampil dan menjadi pilihannya, basis Norton Commando 850 cc dinilai memiliki nama besar di dunia roda dua. Selain itu, populasi sepeda motor ini di Indonesia tidak banyak dan menjadikannya mempunyai kelas tersendiri.
 
Builder asal Pekanbaru, Riau, itu mengaplikasikan gaya board tracker untuk menggantikan gaya roadster yang menjadi ciri khas asli Commando. "Kami pilih konsep board tracker karena ingin ada nuansa baru di garasi. Itu karena sebelumnya kami hanya bermain di gaya Bobber dan Cafe Racer."
 
'Si Pahut' Norton Commando Menuju Pentas Dunia
 
Sebagai ciri khas dan nuansa Indonesia, Geges Garage menyematkan banyak bahan kuningan untuk memperkuat sosok kuda besi tersebut. Tampilannya semakin mentereng ketika disandingkan dengan aksen krom, sehingga tampak gagah dan bersinar untuk ditunggangi.
 
Si Pahut yang tidak berkelir cat ini pun sebenarnya merupakan karya yang jika dilihat saat ini sangatlah mengikuti perkembangan tren custom dunia dengan menggunakan sentuhan metal berbahan kuningan. Gaya ini juga sebagai pengingat untuk kita semua, bangsa kita sudah dari zaman kerajaan dahulu sudah merupakan pengrajin metal khususnya kuningan yang handal.
 
Memang tidaklah berlebihan jika kita melihat si Pahut berhasil "main" di Jogja. Bahkan dengan keelokannya si Pahut pun mendapatkan kehormatan bersama 7 karya kustom lainnya untuk mewakili Indonesia melalui "Indonesian Attack" untuk "main" dalam perhelatan dunia yaitu Yokohama HotRod Custom Show 2019 di Yokohama Jepang pada 1 Desember 2019.
 
Data modifikasi
Frame : Boardtracker Custom
Engine : Norton Commando 850cc
Pelek : Custom 21-1.85
Ban : Shinko 21-3.00
Suspensi depan : Custom Springer
Suspensi belakang : Monoshock
Knalpot : Custom Stainless
Jok : Custom
Headlamp : Custom
Stoplamp : Custom

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif