medcom.id, BSD City: Produk chemical cleaner yang dipasarkan saat ini banyak didominasi merek aftermarket. Namun agen pemegang merek (APM) juga mulai menangkap peluang dan memanfaatkan momentum ini dengan memproduksi sendiri produk pembersih serbaguna itu.
Alasan utamanya tentu yang bertentangan dengan kecocokan dengan komponen. Lantaran ada beberapa produk cairan serbaguna seperti itu yang tak sesuai dengan spek material di mobil. Terutama terutama yang berkaitan dengan warna, lalu lembut atau keras untuk bahan di dalam kabin dan lain sebagainya.
"Produk Suzuki Chemical telah di test dan direkomendasi langsung dari Suzuki Motor corporation Jepang," terang Group Head Service Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Kresna Cakra, Selasa (16/8/2016) di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.
Produk chemical cleaner milik APM juga mengklaim dapat membersihkan jeroan mesin, tidak merusak lingkungan, dan ramah lingkungan sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit dan gas emisi yang terbuang lebih sedikit. "Menggunakan produk ini tidak akan menggugurkan garansi karena ini bagian dari produk kami," lanjut Kresna.
Chemical cleaner produksi APM dan aftermarket tersedia dengan berbagai jenis. Mulai dari membersihkan komponen mesin, sistem bahan bakar, ruang katup, evaporator, hingga penyerap uap air di ruang penyimpanan bahan bakar.
Salah satu produsen chemical cleaner, BG Oil, sudah memasarkan terlebih dahulu produknya di Indonesia. Produsen chemical cleaner asal Amerika Serikat tersebut menawarkan produknya yang dapat membersihkan komponen di dalam mesin dengan menggunakan bahan dasar diterjen sintetis.
Tentu saja, baik chemical cleaner milik APM atau aftermarket, akan bersaing di pasar dengan keunggulannya dan kekurangannya masing-masing. Kompetisi ini terbilang baik sehingga masyarakat memiliki pilihan terhadap produk yang dibutuhkannya.
medcom.id, BSD City: Produk
chemical cleaner yang dipasarkan saat ini banyak didominasi merek
aftermarket. Namun agen pemegang merek (APM) juga mulai menangkap peluang dan memanfaatkan momentum ini dengan memproduksi sendiri produk pembersih serbaguna itu.
Alasan utamanya tentu yang bertentangan dengan kecocokan dengan komponen. Lantaran ada beberapa produk cairan serbaguna seperti itu yang tak sesuai dengan spek material di mobil. Terutama terutama yang berkaitan dengan warna, lalu lembut atau keras untuk bahan di dalam kabin dan lain sebagainya.
"Produk Suzuki Chemical telah di test dan direkomendasi langsung dari Suzuki Motor corporation Jepang," terang Group Head Service Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Kresna Cakra, Selasa (16/8/2016) di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.
Produk
chemical cleaner milik APM juga mengklaim dapat membersihkan jeroan mesin, tidak merusak lingkungan, dan ramah lingkungan sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit dan gas emisi yang terbuang lebih sedikit. "Menggunakan produk ini tidak akan menggugurkan garansi karena ini bagian dari produk kami," lanjut Kresna.
Chemical cleaner produksi APM dan
aftermarket tersedia dengan berbagai jenis. Mulai dari membersihkan komponen mesin, sistem bahan bakar, ruang katup,
evaporator, hingga penyerap uap air di ruang penyimpanan bahan bakar.

Salah satu produsen
chemical cleaner, BG Oil, sudah memasarkan terlebih dahulu produknya di Indonesia. Produsen
chemical cleaner asal Amerika Serikat tersebut menawarkan produknya yang dapat membersihkan komponen di dalam mesin dengan menggunakan bahan dasar diterjen sintetis.
Tentu saja, baik
chemical cleaner milik APM atau
aftermarket, akan bersaing di pasar dengan keunggulannya dan kekurangannya masing-masing. Kompetisi ini terbilang baik sehingga masyarakat memiliki pilihan terhadap produk yang dibutuhkannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)