Chery bakal bikin pabrik baterai sendiri di Indonesia agar TKDN mobilnya capai 60 persen. CATL
Chery bakal bikin pabrik baterai sendiri di Indonesia agar TKDN mobilnya capai 60 persen. CATL

Chery Bakal Produksi Baterai Sendiri di Indonesia dan Capai TKDN 60 Persen

Ahmad Garuda • 26 Oktober 2026 09:10
Ringkasnya gini..
  • Aturan investasi industri otomotif di Indonesia, kian diperketat.
  • Terutama soal kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia yang kembali menunjukkan geliat positif yang masif.
  • Di tengah ketatnya persaingan pasar otomotif ramah lingkungan, Chery menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat rantai pasok lokal.
Jakarta - Aturan investasi industri otomotif di Indonesia, kian diperketat. Terutama soal kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia yang kembali menunjukkan geliat positif yang masif. 

Di tengah ketatnya persaingan pasar otomotif ramah lingkungan, PT Chery Sales Indonesia (CSI) menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat rantai pasok lokal. Langkah itu bakal diwujudkan melalui rencana besar perusahaan untuk melakukan lokalisasi komponen baterai.

Hal ini dilakukan demi menggenjot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga menyentuh angka 60 persen. Disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, bahwa mereka sudah menyiapkan tahap ini agar lebih kuat di pasar otomotif Indonesia. 

"Dalam waktu dekat Kami sudah menyiapkan segala hal untuk memperkuat rantai pasok komponen kendaraan listrik Kami di Indonesia. Termasuk dalam hal perakitan baterai. Ada dua kemungkinan pemasok baterai, salah satunya adalah CATL. Tapi belum pasti juga, nanti akan Kami undang di acara pembukaan fasilitas ini nantinya," ujar Zeng Shuo kepada medcom.id di Wuhu, Cina pada Jumat (23/10/2026).

Strategi Lokalisasi untuk Mendukung Ekosistem EV Nasional
Komitmen Chery ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia yang terus mendorong percepatan transisi energi dan kemandirian industri otomotif domestik. Sejauh ini, lini kendaraan listrik Chery telah mengantongi pencapaian TKDN sekitar 40 persen yang ditopang oleh proses perakitan lokal (assembly) serta penggunaan komponen pendukung.
 

Kendati demikian, manajemen Chery memandang bahwa pencapaian tersebut belum cukup. Guna menghadapi dinamika regulasi serta memenuhi target TKDN yang lebih tinggi yang dicanangkan pemerintah mencapai 60 persen penggunaan baterai rakitan lokal menjadi kunci utama.

Kehadiran ekosistem baterai EV di dalam negeri, yang didukung oleh masuknya sejumlah raksasa produsen baterai global ke Indonesia, membuka peluang besar bagi Chery untuk mengintegrasikan pasokan sel dan modul baterai langsung dari dalam negeri.

Pentingnya Konsistensi dan Stabilitas Regulasi
Dalam berbagai kesempatan, pihak kepemimpinan Chery Group menekankan bahwa ekspansi dan investasi di sektor otomotif bukanlah proyek jangka pendek (short-term), melainkan komitmen jangka panjang (long-term) yang membutuhkan fondasi bisnis yang stabil.

Oleh karena itu, konsistensi dan kepastian regulasi dari pemerintah menjadi faktor krusial. Dengan iklim regulasi yang kondusif dan selaras, pabrikan otomotif global seperti Chery dapat lebih mantap menyusun strategi investasi, memperkuat kolaborasi dengan industri komponen lokal, serta memaksimalkan kapasitas produksi di Indonesia.

Dampak Positif bagi Konsumen dan Perekonomian
Rencana Chery untuk memproduksi atau menggunakan baterai lokal demi mencapai TKDN 60 persen ini diprediksi membawa sejumlah dampak positif, antara lain:
 

Harga yang Lebih Kompetitif
Dengan komponen lokal yang semakin tinggi, efisiensi biaya produksi dapat tercapai, yang pada akhirnya berpotensi memberikan nilai tawar harga jual kendaraan yang lebih kompetitif bagi konsumen Indonesia.

Penguatan Rantai Pasok Lokal
Membuka peluang kerja sama yang luas bagi industri kecil dan menengah (IKM) lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok global industri kendaraan listrik.

Peningkatan Lapangan Kerja & Alih Teknologi
Mendorong penyerapan tenaga kerja terampil lokal serta mempercepat proses transfer teknologi manufaktur kendaraan masa depan di Tanah Air.

Melalui langkah progresif ini, Chery membuktikan posisinya bukan sekadar pemain dagang di pasar otomotif Indonesia, tetapi juga mitra strategis yang siap tumbuh bersama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat hub kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan