medcom.id, Seoul: Setelah jadi perhatian dalam Detroit Motor Show dan Geneva International Auto Show tahun ini, Stinger pulang kampung. Kemunculannya dalam Seoul Motor Show 2017 yang merupakan penampilan pertama di Asia justru tanpa logo Kia.
Dikutip dari newatlas,com, Presiden Kia Motors Park Han-woo dalam pembukaan Seoul Motor Show 2017 di Goyang, Seoul, Korea Selatan, Kamis (30/3/2017), tidak adanya logo Kia adalah bagian strategi branding. Selain itu front-grille model tiger nose sudah sangat dikenal sebagai ciri khas Kia.
Ini berbeda ketika Stinger diperkenalkan dalam Detroit Motor Show 2017 dan Geneva International Auto Show 2017. Logo besar Kia masih ada di ujung bonnet dan buritan sedan empat pintu yang mulai dipasarkan akhir tahun ini di Amerika.
Sumber tenaga Stinger adalah mesin Lambda V6 turbo ganda berkapasitas 3.3 liter yang menghasilkan tenaga sebesar 365 daya kuda. Tenaga yang besar itu itu disalurkan ke empat roda dengan sistem penggerak all wheel drive (AWD) oleh transmisi matic delapan percepatan.
Makmnya mampu meloncat dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam kurang dari lima detik. Artinya sedan model fastback yang risetnya berlangsung di Nurburgring, Jerman, tersebut adalah tercepat pernah Kia produksi.
Nampaknya ini strategi branding yang dimaksud Park Han-woo, Stinger adalah produk elite dari Kia dan karenanya harus eksklusif. Wajar saja, selama ini Kia dikenal dunia karena harga ekonomisnya. Stinger yang mencoba merebut pangsa pasar Audi A4 dan BMW M2, tentu jangan sampai dipandang mobil murahan.
Demi meraih meraih lebih banyak konsumen, Stinger juga ada varian bermesin diesel turbo 2.2 liter yang efisien. Agar harganya bisa lebih ditekan lagi, ada pula varian berpenggerak dua roda belakang yang tetap bertenaga.
Khusus untuk penampilan perdana Stinger di kampung halaman, Kia tak lupa menghadirkan versi dress-up yang menguatkan kesan agresif dan sporty. Badannya dilabur warna kuning mangga dengan ornamen serat karbon di antaranya untuk front grille dan air intake.
Kia Stinger dibangun berdasarkan purwarupa Kia GT Concept yang pernah dipamerkan pada 2011. Terlihat bahwa ada banyak persamaan garis desain kecuali perbedaan penerapaan bukaan pintu yang unik.
Baca juga: Korea Pamerkan Teknologi Otomotifnya
medcom.id, Seoul: Setelah jadi perhatian dalam Detroit Motor Show dan Geneva International Auto Show tahun ini, Stinger pulang kampung. Kemunculannya dalam Seoul Motor Show 2017 yang merupakan penampilan pertama di Asia justru tanpa logo Kia.
Dikutip dari newatlas,com, Presiden Kia Motors Park Han-woo dalam pembukaan Seoul Motor Show 2017 di Goyang, Seoul, Korea Selatan, Kamis (30/3/2017), tidak adanya logo Kia adalah bagian strategi branding. Selain itu
front-grille model
tiger nose sudah sangat dikenal sebagai ciri khas Kia.
Ini berbeda ketika Stinger diperkenalkan dalam Detroit Motor Show 2017 dan Geneva International Auto Show 2017. Logo besar Kia masih ada di ujung
bonnet dan buritan sedan empat pintu yang mulai dipasarkan akhir tahun ini di Amerika.
Sumber tenaga Stinger adalah mesin Lambda V6 turbo ganda berkapasitas 3.3 liter yang menghasilkan tenaga sebesar 365 daya kuda. Tenaga yang besar itu itu disalurkan ke empat roda dengan sistem penggerak
all wheel drive (AWD) oleh transmisi matic delapan percepatan.
Makmnya mampu meloncat dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam kurang dari lima detik. Artinya sedan model fastback yang risetnya berlangsung di Nurburgring, Jerman, tersebut adalah tercepat pernah Kia produksi.
Nampaknya ini strategi branding yang dimaksud Park Han-woo, Stinger adalah produk elite dari Kia dan karenanya harus eksklusif. Wajar saja, selama ini Kia dikenal dunia karena harga ekonomisnya. Stinger yang mencoba merebut pangsa pasar Audi A4 dan BMW M2, tentu jangan sampai dipandang mobil murahan.
Demi meraih meraih lebih banyak konsumen, Stinger juga ada varian bermesin diesel turbo 2.2 liter yang efisien. Agar harganya bisa lebih ditekan lagi, ada pula varian berpenggerak dua roda belakang yang tetap bertenaga.
Khusus untuk penampilan perdana Stinger di kampung halaman, Kia tak lupa menghadirkan versi
dress-up yang menguatkan kesan agresif dan sporty. Badannya dilabur warna kuning mangga dengan ornamen serat karbon di antaranya untuk front grille dan air intake.
Kia Stinger dibangun berdasarkan purwarupa Kia GT Concept yang pernah dipamerkan pada 2011. Terlihat bahwa ada banyak persamaan garis desain kecuali perbedaan penerapaan bukaan pintu yang unik.
Baca juga: Korea Pamerkan Teknologi Otomotifnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)