Kini estafet tersebut mulai dipersiapkan untuk generasi ketiga melalui El Mayka Sungkar. Melalui program pembinaan bertajuk 'The Legend Continues', Rifat Sungkar mulai membangun fondasi bagi perjalanan El Mayka menuju dunia balap profesional.
Program yang dimulai pada 2025 ini tidak hanya berfokus pada kemampuan mengemudi, tetapi juga pembentukan karakter, mental, disiplin, serta nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan keluarga Sungkar di dunia motorsport.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya pada 2026, 'The Legend Continues' akan dilanjutkan dengan berbagai perencanaan yang lebih matang. Program ini menjadi bagian dari roadmap jangka panjang yang disusun untuk mempersiapkan El Mayka menghadapi tantangan dunia motorsport di masa depan.
Baca Juga:
Jangan Over Speed! Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol
Rifat Sungkar menegaskan program tersebut bukan upaya untuk membentuk El Mayka menjadi sosok yang sama seperti dirinya, melainkan memberikan bekal nilai-nilai penting dalam menjalani karier balap.
"'The Legend Continues' bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab," ujar Rifat Sungkar pada Selasa (2-5-2026).
Program 'The Legend Continues' dirancang dalam lima fase pembinaan yang akan dijalani El Mayka sejak usia 11 tahun hingga 17 tahun.
Fase pertama adalah Foundation yang berlangsung pada 2025 hingga 2026. Pada tahap ini El Mayka mulai mengenal dunia reli sebagai navigator dan pembelajar. Ia mempelajari berbagai aspek dasar seperti membaca pace note, navigasi, membangun komunikasi di bawah tekanan, hingga memahami tanggung jawab sebagai bagian dari tim balap.
Baca Juga:
Insentif Mobil Listrik 2026, Nilai Kuota dan Pencairannya!
Selanjutnya, fase Transition pada 2027 akan menjadi tahap awal El Mayka mengikuti kompetisi junior kelas pemula. Fokus utama pada fase ini adalah membangun pengalaman, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi sebagai pembalap yang lebih mandiri.
Memasuki fase Development pada 2028 hingga 2029, kemampuan teknis, strategi balap, kerja sama tim, dan mental bertanding El Mayka akan semakin diasah melalui kompetisi nasional junior. Pada periode ini, ia juga mulai diarahkan untuk membangun identitasnya sendiri sebagai pembalap muda.
Kemudian pada fase Preparation yang dijadwalkan berlangsung pada 2030, El Mayka akan mulai dipersiapkan sebagai advanced driver. Selain peningkatan kemampuan balap, fase ini juga mencakup penguatan kepemimpinan serta hubungan profesional di lingkungan motorsport.
Tahap terakhir adalah Continuation pada 2031. Dalam fase ini, El Mayka diproyeksikan mampu bersaing di level nasional maupun internasional junior sebagai pembalap independen yang membawa nilai-nilai keluarga Sungkar dengan caranya sendiri.
Baca Juga:
Rekomendasi City Car Terbaik Irit dan Lincah
Bagi Rifat Sungkar, perjalanan pembinaan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi El Mayka untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya, tanpa harus berada di bawah bayang-bayang prestasi generasi sebelumnya.
"El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News