DKI Jakarta: Urusan perawatan kendaraan niaga menjadi aspek krusial agar bisa terus bekerja dan memastikan bisnis berjalan terus. Namun ada karakteristik konsumen pemilik kendaraan niaga yang cukup unik, khususnya dalam pemilihan suku cadang.
Part & Services Business Solution Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Budhi Prasetyo, bercerita Isuz menyediakan dua macam suku cadang yakni genuine part yang memang diimpor dari Jepang langsung atau affordable part untuk harga yang lebih ekonomis. Menurutnya, kedua jenis suku cadang ini sama-sama laku dan bisa dipilih pelanggannya sesuai kebutuhannya.
“Kalau yang sifatnya jarang diganti, mereka lebih prefer yang genuine karena lebih concern ke reliability,” ujar Budhi pada Jumat sore (10-4-2026) di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.
Sebagai contoh untuk ECU (Electronic Control Unit) dan cluster meter masih didatangkan dari Jepang dan tidak ada produksi lokalnya. Komponen ini juga jarang rusak, sehingga konsumen akan memilih genuine part.
Baca Juga:
Estimasi Harga Denza B8 Jika Masuk Indonesia
Namun beda kasusnya untuk komponen yang bersifat fast moving atau harus diganti secara berkala, seperti filter atau kampas rem. Konsumen cenderung lebih sensitif terhadap harga dan memilih affordable parts.
“Kita punya opsi untuk part yang harganya lebih kompetitif, memang lokal made. Tapi tetap resmi dari kita dan sudah melalui proses development,” katanya.
DKI Jakarta: Urusan perawatan
kendaraan niaga menjadi aspek krusial agar bisa terus bekerja dan memastikan bisnis berjalan terus. Namun ada karakteristik konsumen pemilik kendaraan niaga yang cukup unik, khususnya dalam pemilihan
suku cadang.
Part & Services Business Solution Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Budhi Prasetyo, bercerita Isuz menyediakan dua macam suku cadang yakni
genuine part yang memang diimpor dari Jepang langsung atau
affordable part untuk harga yang lebih ekonomis. Menurutnya, kedua jenis suku cadang ini sama-sama laku dan bisa dipilih pelanggannya sesuai kebutuhannya.
“Kalau yang sifatnya jarang diganti, mereka lebih prefer yang
genuine karena lebih
concern ke
reliability,” ujar Budhi pada Jumat sore (10-4-2026) di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.
Sebagai contoh untuk ECU (Electronic Control Unit) dan cluster meter masih didatangkan dari Jepang dan tidak ada produksi lokalnya. Komponen ini juga jarang rusak, sehingga konsumen akan memilih genuine part.
Namun beda kasusnya untuk komponen yang bersifat
fast moving atau harus diganti secara berkala, seperti filter atau kampas rem. Konsumen cenderung lebih sensitif terhadap harga dan memilih
affordable parts.
“Kita punya opsi untuk
part yang harganya lebih kompetitif, memang lokal
made. Tapi tetap resmi dari kita dan sudah melalui proses
development,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)