Volkswagen Tiguan Allspace. Medcom.id/Ekawan Raharja
Volkswagen Tiguan Allspace. Medcom.id/Ekawan Raharja

Mesin Bensin Bisa Bernasib Seperti Kuda di Masa Depan

Ekawan Raharja • 10 Juni 2026 12:39
Ringkasnya gini..
  • Volkswagen menilai masa depan industri otomotif akan semakin didominasi kendaraan listrik dibanding mobil bermesin bensin.
  • Martin Sander menegaskan fokus utama seharusnya meyakinkan konsumen lewat infrastruktur dan manfaat EV, bukan larangan ICE.
  • Sander bahkan memperkirakan pangsa konsumen yang masih menginginkan kendaraan ICE pada 2035 dapat turun hingga hanya sekitar tiga hingga lima persen.
Stuttgart: Transisi menuju kendaraan listrik terus menjadi fokus utama industri otomotif global. Salah satu petinggi Volkswagen (VW) meyakini mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) suatu saat bisa dipandang seperti kuda saat ini.
 
Yakni sebagai moda transportasi yang sudah tidak lagi menjadi pilihan utama masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Anggota dewan Volkswagen, Martin Sander, yang membawahi penjualan, pemasaran, dan layanan purnajual.
 
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menetapkan larangan penggunaan kendaraan bermesin bensin dan diesel, melainkan meyakinkan konsumen mengenai keunggulan kendaraan listrik.

Sander menilai diskusi mengenai target penghentian penjualan kendaraan ICE, seperti rencana larangan di Inggris pada 2030, justru kurang efektif dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.
 
Ia melihat bahwa tidak banyak kuda yang terlihat, yang ada sebagian besar adalah mobil. Karena itu Ia tidak menyukai diskusi mengenai larangan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Baca Juga:
Mengenal Cara Kerja Teknologi MIVEC Mitsubishi


"Semua orang hanya membicarakan larangan tersebut. Bagaimana Anda bisa meyakinkan konsumen tentang teknologi baru jika yang dibahas hanya kapan mereka tidak lagi diperbolehkan menggunakan kendaraan yang telah mereka gunakan selama puluhan tahun?” ujar Sander dikutip dari Carscoops.
 
Menurutnya, pendekatan yang lebih positif diperlukan agar masyarakat semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan menghilangkan berbagai hambatan kepemilikan kendaraan listrik, terutama terkait infrastruktur pengisian daya.
 
Sander menambahkan peningkatan jaringan pengisian daya, edukasi mengenai manfaat kendaraan listrik, serta dukungan terhadap biaya energi dapat menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi EV.
 
“Mari kita berbicara mengenai apa yang perlu dilakukan untuk benar-benar meyakinkan konsumen, yaitu infrastruktur pengisian daya, membahas secara positif keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin melakukan sesuatu terkait harga energi,” katanya.

Baca Juga:
Alasan Geely EX2 Jadi Pilihan Mobil EV Pertama


Ia memperkirakan bahwa apabila berbagai tantangan tersebut dapat diatasi, jumlah konsumen yang masih tertarik membeli kendaraan bermesin pembakaran internal bisa menyusut drastis pada 2035.
 
“Dalam jangka waktu tertentu, semakin banyak konsumen yang akan yakin untuk membeli kendaraan listrik.”
 
Sander bahkan memperkirakan pangsa konsumen yang masih menginginkan kendaraan ICE pada 2035 dapat turun hingga hanya sekitar tiga hingga lima persen.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan