Ilustrasi. Bosch
Ilustrasi. Bosch

Peran ADAS Menekan Risiko Kecelakaan, Bukan Pengganti Pengemudi

Ekawan Raharja • 04 Maret 2026 12:12
Ringkasnya gini..
  • Sekitar 94 persen kecelakaan dipicu human error, ADAS hadir sebagai sistem pendukung keselamatan.
  • Fitur seperti blind spot detection bantu atasi titik buta dan jaga kendali di lalu lintas dinamis.
  • Bosch tegaskan ADAS adalah lapisan mitigasi risiko, bukan pengganti tanggung jawab pengemudi.
Jakarta: Keselamatan di jalan masih menjadi tantangan besar di berbagai negara. Sekitar 94 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh faktor kesalahan manusia, baik secara nasional maupun global.
 
Mulai dari keterbatasan visibilitas hingga keterlambatan respons dalam situasi lalu lintas yang berubah cepat, risiko tetap mengintai di tengah kondisi jalan yang semakin dinamis.
 
Di tengah situasi tersebut, teknologi keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dinilai semakin relevan sebagai sistem pendukung berkendara. Sistem ini menghadirkan peringatan dini dan intervensi terbatas ketika dibutuhkan tanpa menghilangkan peran utama pengemudi.

Salah satu fungsi utama ADAS adalah membantu mengatasi keterbatasan visibilitas. Titik buta kerap menjadi sumber risiko saat berpindah jalur, terutama di lalu lintas padat. Fitur blind spot detection memberikan notifikasi ketika terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat, sehingga pengemudi memiliki waktu tambahan untuk memastikan manuver dilakukan secara aman.
 
Dalam kondisi lalu lintas yang dinamis, ADAS juga berperan menjaga kendali. Dengan membaca kondisi sekitar secara real time, sistem membantu pengemudi menyesuaikan kecepatan dan jarak kendaraan secara lebih akurat.

Baca Juga:
Disambut Tari Kecak, Pembalap Honda MotoGP Menari Bareng


Selain itu, ADAS turut membentuk gaya berkendara yang lebih stabil. Akselerasi dan pengereman mendadak yang berpotensi meningkatkan risiko dapat diminimalkan dengan dukungan sistem yang menjaga ritme berkendara tetap halus dan konsisten, terutama saat perjalanan jauh.
 
Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia, Bernard Simanjuntak, menegaskan pengembangan teknologi keselamatan membutuhkan proses panjang.
 
“Bagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif. Pengembangan ADAS memerlukan penelitian dan pengujian mendalam untuk memastikan sistem tersebut bekerja selaras dengan karakteristik jalan di setiap negara,” ujar Bernard Simanjuntak melalui keterangan resminya.
 
Ia menambahkan teknologi ini tetap bersifat sebagai pendukung. “Bagi Bosch, teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman dan terhubung,” jelas Bernard.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan