Ilustrasi sejumlah kendaraan melintas di kawasan ganjil genap. MI/Ramadani
Ilustrasi sejumlah kendaraan melintas di kawasan ganjil genap. MI/Ramadani

Kebijakan Ganjil Genap untuk Kurangi Polusi Masih Setengah Hati

Otomotif lalu lintas polusi transportasi sistem ganjil genap
M. Bagus Rachmanto • 23 Agustus 2019 13:57
Jakarta: Kebijakan perluasan ganjil genap dianggap tak efektif memperbaiki kualitas udara. Apalagi kebijakan itu dinilai tak sungguh-sungguh dilakukan. Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.
 
"Jika penerapannya hanya setengah hati, maka perluasan area ganjil genap tak akan efektif menekan kemacetan di Jakarta, dan tak akan mampu menekan tingginya polusi udara di Jakarta," kata Tulus di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Tulus menyampaikan pengecualian sepeda motor dalam kebijakan ganjil genap akan mendorong pengguna roda empat berpindah ke kendaraan roda dua. Apalagi, pertumbuhan kepemilikan sepeda motor di Jakarta mencapai lebih dari 1.800 per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka itu belum termasuk pengguna ojek daring. Pengecualian sepeda motor akan membuat kualitas udara tambah buruk.
 
Berdasarkan data Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), sepeda motor berkontribusi paling signifikan terhadap polusi udara. Rinciannya, polusi dari sepeda motor 44,53%, mobil 16,11%, bus 21,43%, truk 17,7%, dan bajaj 0,23%;
 
"Wacana pengecualian taksi online juga merupakan langkah mundur, bahkan merupakan bentuk inkonsistensi. Pengecualian ini akan memicu masyarakat berpindah ke taksi online dan upaya mendorong masyarakat berpindah ke angkutan masal seperti Transjakarta, MRT, KRL akan gagal," ujar dia.
 
YLKI juga mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan. Seharusnya, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan BBM jenis premium dan pertalite."Dan mewajibkan kendaraan bermotor untuk menggunakan BBM standar Euro 4. Sebab hanya dengan BBM standar Euro 4, kualitas udara di Jakarta bisa diselamatkan."
 
YLKI meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkuat jaringan dan pelayanan transportasi umum, khususnya TransJakarta. "Jalurnya harus disterilkan agar waktu tempuhnya makin cepat," pungkasnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif