Sistem e-clutch dari Schaeffler, menyederhanakan cara kerja sistem transmisi di mobil manual. eagletransmission
Sistem e-clutch dari Schaeffler, menyederhanakan cara kerja sistem transmisi di mobil manual. eagletransmission

Mengenal Cara Kerja e-Clutch Schaeffler di Wuling Confero S ACT

Otomotif teknologi otomotif wuling motors
Ahmad Garuda • 23 April 2019 12:29
Jakarta: Pertarungan low MPV di semester pertama, belum usai. Meski mayoritas pabrikan besar seperti Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu dan Nissan sudah mengeluarkan jagoan mereka, namun rupanya masih ada saja kejutan yang tersisa. Misalnya Wuling Motors yang mengenalkan varian low MPV Confero S ACT.
 
Dari sisi tampilan memang tidak banyak berubah, bahkan tidak ada penambahan aksesoris di bagian eksterior. Namun di sisi teknologi otomotif, perubahan besar terlihat di sistem transmisinya. Yaitu menggunakan sistem otomatisasi clutch atau kopling otomatis.
 
Sistem tersebut adalah sistem yang dikembangkan oleh perusahaan industri komponen otomotif dan kelistrikan Schaeffler dari Jerman. Uniknya, sistem ini menghilangkan pedal kopling. Tapi bukan serta merta menghilangkan sekuel perpindahan tuas transmisi. Sehingga bagi mereka yang terbiasa menggunakan pedal kopling di mobil manual, pasti akan terasa canggung menggunakan mobil ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenal Cara Kerja e-Clutch Schaeffler di Wuling Confero S ACT
 
Lalu bagaimana sistem kerja transmisi tersebut? Dari keterangan yang kami gali dari eagletransmission, bahwa sistem ini punya cara kerja yang unik. Yaitu mampu membaca pola pemindahan tuas transmisi. Sehingga sebelum tuas transmisi dipindahkan, maka sistem koplingnya akan memutus hubungan ke gigi penggerak roda.
 
"Sistem transmisi e-clutch yang kami ciptakan ini mempersingkat atau mempermudah cara kerja sistem transmisi manual. bisa dibilang ini adalah sistem hibrida antara kopling sistem transmisi manual dengan kopling sistem transmisi otomatis. Ini adalah pasar yang baru bagi mereka penggemar mobil bertransmisi manual," klaim Vice President for Research and Development Automotive of Schaeffler, Uwe Wagner melalui eagletransmission.
 
Uniknya, sistem ini mereka klaim bisa menghemat penggunaan bahan bakar sekitar 8 persen. Alasannya adalah karena komponen kopling yang biasanya dioperasikan oleh manusia, kini tak lagi menginterferensi sistem kerja mesin secara langsung. Artinya, kopling bekerja sesuai dengan permintaan kinerja transmisi.
 
Mengenal Cara Kerja e-Clutch Schaeffler di Wuling Confero S ACT
 
Kalau penjelasan secara sederhananya, mungkin bisa dilihat transmisi di motor bebek. Sistem kopling akan terpakai ketika Anda mengoper gigi. Bedanya, tuas kopling tetap ada dan berfungsi sebelum gigi transmisi berpindah dan setelah berpindah. Itu pun bisa dioperasikan secara manual dengan cara menekan setengah pedal transmisi di kaki kiri.
 
Sistem lain yang juga jadi solusi bagi mereka pengguna motor tipe sport dengan posisi kopling di tangan kiri dan tuas transmisi di kaki kiri, adalah dengan menambahkan sistem otomatisasi kopling. Seperti yang dibuat oleh Rekluse. Mereka bahkan menjualnya secara aftermarket dan tinggal pasang untuk motor-motor tertentu.
 
Namun bagi Anda yang ingin meminang dan penasaran dengan mobi ini, ada baiknya melakukan pengetesan terlebih dahulu untuk beradaptasi dengan cara berkendara tanpa pedal kopling di mobil manual ini.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif