medcom.id, Banda Aceh: Agen Pemegang Merek (APM) terus mengembangkan jangkauan pemasaran mereka ke berbagai daerah. Bahkan, mereka terus melakukan ekspansi bisnis ke daerah-daerah yang sedang tumbuh berkembang.
Seperti Kota Banda Aceh. Potensi perkembangan ekonomi di Banda Aceh dan sekitarnya cukup menjanjikan, khususnya di sektor otomotif. Apalagi beberapa tahun lalu, wilayah ini memang masih gencar membangun pasca diterjang bencana tsunami.
"Banyak hal yang bisa digarap di Aceh karena melihat kondisi perkembangan daerah yang masih pesat. Kami berharap ikut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah ini. Sebagian karyawan kami merupakan putra daerah setempat," ujar CEO PT Wahanan Wirawan (pemilik dealer Nissan-Datsun Banda Aceh), Susilo Dharmawan, melalui keterangan resminya.
Keseriuan APM menggarap pasar di Banda Aceh ditunjukan dengan membangun dealer-dealer yang sudah memiliki lisensi 3S (sales, service, dan spare part). Untuk Nissan dan Datsun, mereka mengambil lahan seluas 1.477 meter persegi. Diklaim dealer ini sanggup memamerkan 7 mobil display, 6 working bay untuk service, car washing, dan spare parts counter.
Tapi hanya Nissan-Datsun yang punya komitmen besar untuk melakukan penetrasi di seluruh wilayah Indonesia. Honda yang dalam satu semester terakhir agresif membangun dealer di berbagai kota di Indonesia, bakal memberikan persaingan ketat. Bahkan Toyota malah menyasar jaringan mereka ke tingkat kabupaten.
medcom.id, Banda Aceh: Agen Pemegang Merek (APM) terus mengembangkan jangkauan pemasaran mereka ke berbagai daerah. Bahkan, mereka terus melakukan ekspansi bisnis ke daerah-daerah yang sedang tumbuh berkembang.
Seperti Kota Banda Aceh. Potensi perkembangan ekonomi di Banda Aceh dan sekitarnya cukup menjanjikan, khususnya di sektor otomotif. Apalagi beberapa tahun lalu, wilayah ini memang masih gencar membangun pasca diterjang bencana tsunami.
"Banyak hal yang bisa digarap di Aceh karena melihat kondisi perkembangan daerah yang masih pesat. Kami berharap ikut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah ini. Sebagian karyawan kami merupakan putra daerah setempat," ujar CEO PT Wahanan Wirawan (pemilik dealer Nissan-Datsun Banda Aceh), Susilo Dharmawan, melalui keterangan resminya.
Keseriuan APM menggarap pasar di Banda Aceh ditunjukan dengan membangun dealer-dealer yang sudah memiliki lisensi 3S (sales, service, dan spare part). Untuk Nissan dan Datsun, mereka mengambil lahan seluas 1.477 meter persegi. Diklaim dealer ini sanggup memamerkan 7 mobil display, 6
working bay untuk
service, car washing, dan
spare parts counter.
Tapi hanya Nissan-Datsun yang punya komitmen besar untuk melakukan penetrasi di seluruh wilayah Indonesia. Honda yang dalam satu semester terakhir agresif membangun
dealer di berbagai kota di Indonesia, bakal memberikan persaingan ketat. Bahkan Toyota malah menyasar jaringan mereka ke tingkat kabupaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)