medcom.id: Toyota telah mengajukan paten untuk kompresi mesin variabel/variable compression engine, kepada United States Patent and Trademark Office (USPTO). Aplikasi ini menampilkan kompresi mesin variabel dua hidrolik silinder di bagian atas yang menggunakan check valve, switch pin dan hydraulic oil.
Menurut Toyota, teknologi baru ini punya keunggulan performa mesin. Yaitu salah satu silinder akan bekerja pada rasio kompresi rendah, sedangkan yang lainnya bekerja pada rasio kompresi yang lebih tinggi. Prinsip kerja hidrolik silinder adalah, bila tekanan oli tingi, maka salah satu batang penghubung kompresi akan bekerja, sementara yang lainnya akan bekerja saat tekanan oli lebih rendah.
Desain seperti itu diklaim menghasilkan performa mesin yang lebih baik. Pengaturan kompresi yang rendah memberikan penghematan bahan bakar yang maksimum selama berkendara dengan kecepatan rendah. Sementara pengaturan kompresi tinggi akan bekerja saat pengemudi menginginkan lebih banyak performa.
Autoguide melaporkan, jika teknologi kompresi mesin variabel ini bukanlah yang pertamakali dikembangkan oleh produsen mobil. Tahun lalu, Nissan dan Infiniti menyoroti kompresi mesin variabel empat silinder, yang akan menggunakan batang piston pada jenis engsel multi-link.
Kompresi mesin variabel empat silinder yang dikembangkan Nissan itu disebut bisa mengubah sudut penghubung, sehingga mengubah stroke piston. Desain dari Nissan juga menampilkan turbocharger untuk efisiensi tambahan dan peningkatan performa.
Sementara Toyota belum mengungkapkan apakah desain ini bisa digunakan pada mesin empat silinder, V6 atau V8. Namun ada yang beranggapan, bahwa desain kompresi mesin variabel empat silinder yang dikembangkan Nissan mampu bekerja lebih baik, termasuk lebih hemat biaya produksi dan kerumitan pengaplikasian.
medcom.id: Toyota telah mengajukan paten untuk kompresi mesin variabel/
variable compression engine, kepada United States Patent and Trademark Office (USPTO). Aplikasi ini menampilkan kompresi mesin variabel dua hidrolik silinder di bagian atas yang menggunakan
check valve, switch pin dan
hydraulic oil.
Menurut Toyota, teknologi baru ini punya keunggulan performa mesin. Yaitu salah satu silinder akan bekerja pada rasio kompresi rendah, sedangkan yang lainnya bekerja pada rasio kompresi yang lebih tinggi. Prinsip kerja hidrolik silinder adalah, bila tekanan oli tingi, maka salah satu batang penghubung kompresi akan bekerja, sementara yang lainnya akan bekerja saat tekanan oli lebih rendah.

Desain seperti itu diklaim menghasilkan performa mesin yang lebih baik. Pengaturan kompresi yang rendah memberikan penghematan bahan bakar yang maksimum selama berkendara dengan kecepatan rendah. Sementara pengaturan kompresi tinggi akan bekerja saat pengemudi menginginkan lebih banyak performa.
Autoguide melaporkan, jika teknologi kompresi mesin variabel ini bukanlah yang pertamakali dikembangkan oleh produsen mobil. Tahun lalu, Nissan dan Infiniti menyoroti kompresi mesin variabel empat silinder, yang akan menggunakan batang piston pada jenis engsel
multi-link.

Kompresi mesin variabel empat silinder yang dikembangkan Nissan itu disebut bisa mengubah sudut penghubung, sehingga mengubah stroke piston. Desain dari Nissan juga menampilkan
turbocharger untuk efisiensi tambahan dan peningkatan performa.
Sementara Toyota belum mengungkapkan apakah desain ini bisa digunakan pada mesin empat silinder, V6 atau V8. Namun ada yang beranggapan, bahwa desain kompresi mesin variabel empat silinder yang dikembangkan Nissan mampu bekerja lebih baik, termasuk lebih hemat biaya produksi dan kerumitan pengaplikasian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)