Tantangan truk makin besar di pasar Indonesia. Antara/Oky
Tantangan truk makin besar di pasar Indonesia. Antara/Oky

Tantangan Besar APM Truk di Indonesia

Otomotif mitsubishi industri otomotif hino
Ahmad Garuda • 25 Januari 2019 08:16
Jakarta: Regulasi demi regulasi terus dirombak oleh pemerintah tak terkecuali kendaraan komersial berdimensi besar. Selain karena Indonesia tergolong negara sedang berkembang, namun hal ini tak membuat banyak hal yang menjadi tantangan agen pemegang merek kendaraan berdimensi besar itu.
 
Di antaranya adalah soal regulasi pemerintah, kemudian infrastruktur lalu demografi hingga teknologi digital atau digitalisasi. Keempat hal inilah yang kemudian menjadi tantangan besar untuk memasarkan mobil truk di Indonesia.
 
Tantangan yang pertama adalah regulasi pemerintah soal over dimension over loading (ODOL) atau batasan muatan sesuai dimensi kendaraan. Hal ini dikatakan sebagai salah satu hal yang sangat penting, bukan hanya untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya akibat mobil kelebihan muatan, namun juga untuk menjaga daya tahan infrastruktur lebih lama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tantangan yang kedua adalah standar emisi tinggi yang harusnya lebih sudah berada di segmentasi Euro 4. Sayangnya hingga saat ini pemerintah belum memberlakukan regulasi tersebut, untuk menekan angka emisi tinggi dari mesin-mesin kendaraan diesel mobil truk.
 
Tak kalah pentingnya adalah soal isu Biofuel atau B20 yang akan segera transisi ke B30. Bahan bakar campuran solar murni dengan ethanol sebesar 20 persen saat ini sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga semua pabrikan truk harus wajib melakukan adaptasi. Namun untuk beralih ke B30, tantangannya tidak mudah, karena kadar minyak ethanol (minyak tumbuhan) lebih besar dari B20.
 
Artinya tingkat kandungan air lebih tinggi sehingga fungsi saringan bahan bakar harus benar-benar bekerja dengan baik jika tak ingin efeknya ke sistem kinerja mesin.
 
Hal keempat yang jadi tantangan besar adalah pembatasan usia kendaraan yang beredar di jalan umum. Strategi ini jelas untuk memberikan gambaran bahwa kinerja mesin punya batasan tersendiri. Apalagi mesin yang digunakan untuk menarik atau mendorong bobot yang cukup tinggi.
 
Tantangan ini pula yang mulai dijawab oleh beberapa pabrikan truk dengan meluncurkan produk baru mereka. Seperti yang dilakukan Isuzu yang baru saja meluncurkan Isuzu Giga Tractor Head. Truk ini dapat menanggung bobot mulai dari 32,7 ton hingga 46,1 ton dan sudah menggunakan teknologi tinggi seperti full air brake system dan pengereman ABS.
 
Tak ingin kalah langkah, MItsubishi Fuso pun melakukan hal serupa dengan meluncurkan Fighter di segmen medium duty truck (MDT). Mereka ingin merebut pangsa pasar milik Hino yang menguasai segmen tersebut sebanyak 60 persen lebih.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi