ETSC mencatat bahwa speed limiter ini mampu mengurangi angka kecelakaan sampai 30 persen, dan sudah menyemalatkan lebih dari 25 ribu nyawa selama 15 tahun.
ETSC mencatat bahwa speed limiter ini mampu mengurangi angka kecelakaan sampai 30 persen, dan sudah menyemalatkan lebih dari 25 ribu nyawa selama 15 tahun.

Produsen Mobil di Eropa, Wajib Sematkan Speed Limiter pada 2022

Otomotif teknologi otomotif mercedes-benz industri otomotif volvo
Ekawan Raharja • 01 April 2019 14:07
Eropa: Speed limiter (pembatasan kecepatan) diciptakan untuk membatasi kecepatan kendaraan supaya tidak melebihi batas kecepatan yang sudah ditentukan. Selain itu, penggunaan speed limiter juga berfungsi sebagai fitur keamanan untuk memastikan pengemudi tidak mengendarai mobilnya terlalu cepat dan ugal-ugalan.
 
Di Eropa nantinya per 2020, semua mobil baru yang dipasarkan harus dilengkapi dengan speed limiter sebagai fitur bawaan. Menurut media otomotif luar negeri, motor1, peraturan ini sudah menjadi keputusan Parlemen Eropa yang diawali proposal European Transport Safety Council (ETSC).
 
Pembatas kecepatan yang dimaksud merupakan bagian dari sistem bernama Speed Assistance (ISA). Sistem ini mengandalkan GPS (Global Positioning System) dan sistem analisa rambu lalu lintas untuk membatasi kemampuan mesin yang kemudian mengurangi kecepatan mobil. Selain itu ISa juga dilengkapi dengan pencatatan data, sistem pengereman darurat otonom, lane keep assist, sampai sistem pendeteksi kelelahan pengemudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika pengemudi masih melanjutkan perjalanan dengan kecepatan di atas batas kecepatan untuk beberapa waktu, sistem ini akan memberikan peringatan secara visual sampai mobil mulai dioperasikan dengan kecepatan di bawah batasan kecepatan," melalui keterangan resmi ETSC yang dikutip dari Motor1.
 
Di awal peraturan ini mulai diberlakukan, akan ada tombol untuk mengaktifkan dan mematikan speed limiter sebagai perkenalan awal. Tetapi tidak menutup kemungkinan sistem ini akan diberlakukan secara permanen dengan kondisi aktif selama berkendara.
 
ETSC mencatat bahwa speed limiter ini mampu mengurangi angka kecelakaan sampai 30 persen, dan sudah menyemalatkan lebih dari 25 ribu nyawa selama 15 tahun. Sehingga ketika fitur ini disematkan, diharapkan akan ada lebih banyak nyawa lagi yang bisa diselamatkan.
 
Salah satu produsen yang sudah menyatakan mendukung hal ini adalah Volvo. Pabrikan asal Swedia itu mengumumkan akan membatasi setiap mobilnya dengan kecepatan maksimal 180 km per jam pada 2020. Selain itu Mercedes-Benz juga sudah melengkapi mobilnya dengan speed limiter meski belum memberikan respon terhadap peraturan baru ini.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif