Fitur ini memang sengaja dikembangkan pabrikan otomotif tersebut untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan. Volvo
Fitur ini memang sengaja dikembangkan pabrikan otomotif tersebut untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan. Volvo

Jurus Volvo Atasi Pengemudi Mabuk

Otomotif teknologi otomotif volvo
Ekawan Raharja • 25 Maret 2019 12:38
Swedia: Mengemudi di bawah pengaruh alkohol memang dilarang di berbagai negara karena membahayakan pengemudi dan juga pengguna jalan lainnya. Bahkan beberapa pabrikan juga mengembangkan sejumlah fitur yang dikhususkan untuk mengantisipasi para pengemudi mabuk yang sedang mengemudikan mobil.
 
Seperti contoh Volvo memasang teknologi yang bisa mendeteksi apakah pengemudinya sedang dalam kondisi mabuk atau tidak. Nantinya seluruh mobil buatan merek Swedia tersebut akan dipasangkan kamera dan sensor untuk melihat kondisi pengemudi yang mabuk.
 
Teknologi ini kemudian akan mengambil alih kemudi jika mendeteksi pengemudi dalam kondisi mabuk. Mobil akan berjalan perlahan, dan melakukan panggilan kepada call center Volvo untuk berbicara kepada pengemudi sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil alih kemudi. Bahkan sistem kendali ini juga memungkinkan untuk memarkirkan mobil secara otomatis jika pengemudi tidak memberikan respon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya sensor akan berfungsi untuk memantau pergerakan baik pengemudi maupun cara berkendara mobil sebelum melakukan intervensi. Sensor di lingkar kemudi akan memeriksa seberapa reaktif pengemudi di balik kemudi.
 
Jurus Volvo Atasi Pengemudi MabukSedangkan kamera akan fokus kepada mata pengemudi untuk memantau kondisi pupil. Selain itu kamera ini juga akan mengecek kondisi pengemudi yang sedang menggunakan telepon genggam ketika mengemudi. Mengingat mengemudi sambil menggunakan telepon genggam adalah salah satu faktor terbesar penyebab kecelakaan.
 
Sistem ini akan melakukan pencegahan terhadap pengemudi yang mabuk melalui dua tahapan. tahapan pertama dengan memberikan pemberitahuan peringatan kepada pengemudi untuk bereksi, dan jika tidak ada perubahan mobil akan berjalan perlahan sembari menghubungi call center Volvo. Jika sejumlah peringatan ini tidak gubris, teknologi otonom akan mengambil alih dan menghentikan mobil.
 
Fitur ini memang sengaja dikembangkan pabrikan otomotif tersebut untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan. Nantinya teknologi ini akan disematkan di seluruh model mulai dari ukuran besar seperti sport utility vehicle (SUV) CX90 sampai ke ukuran yang lebih kecil.
 
"Jika dapat mendorong dan mendukung perilaku yang lebih baik dengan teknologi, ini akan membantu pengemudi untuk menjauhi masalah, dan secara logika akan memberikan efek terhadap asuransi juga," ungkap CEO Volvo Cars Corporation AB, Håkan Samuelsson, dikutip dari Daily Mail.
 
Teknologi serupa juga pernah dikembangkan oleh Nissan yang menciptakan fitur anti pengemudi mabuk. Mereka memasang sensor di tuas perseneling, dan jika sensor mendeteksi pengemudi mabuk, maka transmisi akan terkunci dan memberikan peringatan.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif