Jakarta: Pemerintah sudah memastikan tidak akan memberikan insentif mobil listrik impor yang dikirim secara utuh (completely build up/CBU) di tahun depan. Meski demikian, Wuling Motors memprediksi penjualan mobil listrik di tahun depan tetap baik.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, menyebutkan ada beberapa faktor yang tetap mendorong penjualan mobil listrik di tahun depan. Seperti biaya yang lebih rendah hingga bebas dari peraturan ganjil genap di DKI Jakarta.
“Pertama itu tentunya kebutuhan mobilitas dan juga adanya beberapa batasan yang hanya bisa dinikmati sama EV,” kata Gomgom di Banyuwangi Jawa Timur.
“Lalu untuk yang di Jakarta itu ganjil genap bebas. Jadi mobil listrik pun juga punya benefit itu, kenapa kita masih yakin ya karena banyak benefit yang dirasakan langsung,” tambahnya.
Baca Juga:
GWM Mulai Rakit Lokal Mobil Listrik Ora 03, TKDN Capai 40 Persen
Wuling sendiri saat ini memiliki banyak line up mobil listrik. Ada ABC Stories mulai dari Air ev, Bingou EV dan Cloud EV. Terbaru, Wuling resmi meluncurkan Darion EV yang cukup diminati, bahkan pemesanan sudah mencapai 1.300 unit.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan tidak akan memperpanjang insentif impor utuh (Completely Built-Up/CBU) untuk mobil berbasis baterai listrik (battery electric vehicle/BEV) yang dijual di pasar domestik mulai 2026.
Saat ini, insentif impor CBU mobil listrik berupa pembebasan bea masuk, keringanan PPnBM, dan PPN masih berlaku hingga akhir Desember 2025. Namun, perusahaan penerima manfaat wajib melakukan produksi lokal dengan skema 1:1, yakni jumlah produksi dalam negeri setara dengan kendaraan CBU yang masuk.
"Insya Allah tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU, izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat (insentif)," kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari Antara.
Jakarta: Pemerintah sudah memastikan tidak akan memberikan insentif
mobil listrik impor yang dikirim secara utuh (
completely build up/CBU) di tahun depan. Meski demikian,
Wuling Motors memprediksi penjualan mobil listrik di tahun depan tetap baik.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, menyebutkan ada beberapa faktor yang tetap mendorong penjualan mobil listrik di tahun depan. Seperti biaya yang lebih rendah hingga bebas dari peraturan ganjil genap di DKI Jakarta.
“Pertama itu tentunya kebutuhan mobilitas dan juga adanya beberapa batasan yang hanya bisa dinikmati sama EV,” kata Gomgom di Banyuwangi Jawa Timur.
“Lalu untuk yang di Jakarta itu ganjil genap bebas. Jadi mobil listrik pun juga punya benefit itu, kenapa kita masih yakin ya karena banyak benefit yang dirasakan langsung,” tambahnya.
Wuling sendiri saat ini memiliki banyak line up mobil listrik. Ada ABC Stories mulai dari Air ev, Bingou EV dan Cloud EV. Terbaru, Wuling resmi meluncurkan Darion EV yang cukup diminati, bahkan pemesanan sudah mencapai 1.300 unit.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan tidak akan memperpanjang insentif impor utuh (Completely Built-Up/CBU) untuk mobil berbasis baterai listrik (battery electric vehicle/BEV) yang dijual di pasar domestik mulai 2026.
Saat ini, insentif impor CBU mobil listrik berupa pembebasan bea masuk, keringanan PPnBM, dan PPN masih berlaku hingga akhir Desember 2025. Namun, perusahaan penerima manfaat wajib melakukan produksi lokal dengan skema 1:1, yakni jumlah produksi dalam negeri setara dengan kendaraan CBU yang masuk.
"Insya Allah tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU, izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat (insentif)," kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)