Hindari membawa muatan berlebih saat bepergian dengan mobil. Asuransi Astra
Hindari membawa muatan berlebih saat bepergian dengan mobil. Asuransi Astra

Asuransi Kendaraan

Muatan Berlebih Bikin Asuransi Mobil Hangus

Otomotif safety driving asuransi kendaraan
Ekawan Raharja • 25 Juni 2020 15:13
Jakarta: Sering ditemukan mobil yang mengangkut penumpang atau barang bawaan berlebih dari yang seharusnya dianjurkan. Ternyata selain berbahaya karena sangat berisiko, ternyata kondisi ini dapat menggugurkan asuransi kendaraan.
 
Jika terbukti salah satu penyebab kecelakaan memang terjadi karena adanya kelebihan muatan, seperti misalnya kapasitas mobil hanya tujuh penumpang namun ternyata saat kecelakaan terjadi penumpang di dalam mobil terdapat 12 orang, maka pihak asuransi tidak dapat membantu untuk klaim asuransi. Pengecualian ini sesuai dengan yang tertuang pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II Pengecualian Pasal 3 ayat 1.4 yang berisi;
 
“1.4. Kelebihan muatan dari kapasitas kendaraan yang telah ditetapkan oleh pabrikan jika hal tersebut tidak diatur oleh pihak yang berwenang.”

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Asuransi Astra, kelebihan muatan barang atau penumpang dapat mempengaruhi kondisi-kondisi seperti keseimbangan dan kecepatan mobil saat melaju, berkurangnya tekanan angin ban, berkurangnya kekuatan mesin, hingga membuat penggunaan BBM menjadi lebih boros.
 
Terlebih jika membawa muatan barang berlebih di atap mobil dengan kondisi tidak tertutup rapat dan tidak terikat kencang. Hal ini tentunya akan merubah titik keseimbangan mobil dan mempengaruhi laju mobil saat berkendara, membuat mobil menjadi lebih sulit untuk dikendalikan karena hambatan udara yang semakin besar.

Risiko Mobil Sering membawa Muatan Berlebih

Biasanya untuk alasan efisiensi, mobil-mobil yang memang diperuntukkan mengangkut beban yang berat-berat ini Kerap ditemui dengan bawaan yang menjulang tinggi. Begitu juga untuk mobil penumpang kerap dimasuki oleh penumpang dengan jumlah di atas kapasitasnya.
 
Kondisi ini mengundang risiko cukup besar karena ada efek yang akan dirasakan. Salah satunya membuat kondisi mobil lebih cepat rusak karena komponen bekerja ekstra keras.
 
"Pertama sudah pasti ban, komponen ini akan lebih cepat aus karena bebannya yang melebihi kewajaran. Usia pakainya bisa lebih cepat," buka Kepala Bengkel Tunas Daihatsu Tangerang, Muhamad Mashudi kepada Medcom.id, beberapa waktu lalu.
 
Kemudian konsumsi bahan bakar yang meningkat, hal ini karena mesin butuh putaran tinggi untuk bisa bergerak membawa beban. "Lalu kampas kopling, ini paling sering terdampak overload," jelasnya.
 
Sementara itu komponen pemindah daya seperti gardan untuk mobil penggerak roda belakang maupun part mesin relatif jarang terkena efeknya. "Tapi jika tak dibarengi perawatan, bisa jadi komponen ini juga akan terdampak," tutupnya.
 
Maka dari itu selalu utamakan keselamatan, patut untuk selalu diingat bahwa saat berkendara, keamanan adalah hal terpenting yang harus diutamakan. Dengan mengutamakan keamanan dan keselematan, perjalananpun akan semakin nyaman dan menyenangkan.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif