Suasana acara test drive VF 6 di Kuningan Jakarta. VinFast
Suasana acara test drive VF 6 di Kuningan Jakarta. VinFast

Ekosistem EV VinFast untuk Langit Biru Indonesia

Ekawan Raharja • 06 November 2025 23:53
Jakarta: Kehadiran VinFast di Indonesia tidak hanya sekadar berjualan mobil listrik saja. Merek otomotif asal Vietnam ini berupaya maksimal membangun ekosistem kendaraan listrik, dari hulu ke hilir, demi melayani kebutuhan mobilitas 'bersih' masyarakat di Tanah Air.

Pembangunan Pabrik Rp3,5 Triliun 

Dari hulu, mereka secara khusus membangun pabrik yang cukup megah dengan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun di Subang Jawa Barat. Bahkan CEO VinFast, Kariyanto Hardjosoemarto, menyebutkan pembangunan pabrik sudah mulai rampung dan siap untuk produksi massal di tahun depan.
 
“Sampai sekarang pembangunan terus dilakukan dan tidak ada kendala. Jadi akhir tahun kami mulai mencoba membuat kendaraan, sementara produksi massal akan dilakukan pada kuartal pertama 2026,” ungkap Kerry beberapa waktu lalu di Senayan Jakarta Selatan.
 
Dari pabrik tersebut dipastikan akan lahir VF 3. Mengingat mobil listrik mungil ini menjadi tulang punggung penjualan mereka di Indonesia.

Baca Juga: Alva Bawa Motor Listrik N3 ke Pasar Global
 
“Model pertama sudah dipastikan VF3, sementara untuk model lainnya masih didiskusikan nanti. Karena memang harus dilihat dulu model apa yang paling banyak diminati pasar di Tanah Air,” ungkapnya kemudian.

Pondasi EV Melalui Charging Station V-Green

Kehadiran VinFast tak lepas dari strategi besar V-Green yang membedakannya dari kompetitor. Alih-alih hanya menjual mobil dan berharap infrastruktur mengikuti, pabrikan justru aktif membangun jaringan pengisian daya.
 
Dengan investasi USD 300 juta, mereka menargetkan 63.000 titik charging di kota-kota strategis seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Bali hingga akhir 2025.
 
Bahkan, kerja sama dengan Prime Group menargetkan 100.000 stasiun tambahan di Indonesia dalam tiga tahun. Saat ini, jaringan mereka mencakup 840 lokasi dengan 1.595 charging gun, dan akan tumbuh jadi 30.000 unit pada 2025.
 
Baca Juga: Mercedes-Benz C 200 Avantgarde Line Dilengkapi Panoramic Sliding Sunroof
 
VinFast memahami pola perjalanan orang Indonesia. Misalnya, rute Jakarta-Bandung yang sering ditempuh jutaan commuter, atau perjalanan bisnis Surabaya-Malang yang rutin dilakukan pengusaha Jawa Timur. V-Green menempatkan stasiun charging di titik-titik strategis sepanjang rute populer ini.
 
Perusahaan menerapkan skema BCC (Bangun–Serahkan–Kelola) dengan 80% pembiayaan berasal dari mitra lokal, sehingga beban investasi langsung dapat ditekan. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat komitmen ekosistem BEV nasional dengan melibatkan pelaku domestik.
 
Seluruh stasiun pengisian daya V-GREEN pun dapat diakses publik secara daring melalui VinFastauto.id/find-us, memungkinkan pengguna merencanakan rute secara efisien. Lebih lagi, semua mobil VinFast yang beroperasi di Indonesia sudah memiliki fitur fast charging dengan kecepatan kompetitif.

Penyediaan Taksi Berbasis Mobil Listrik

Bahkan di penghujung tahun lalu, hadir pula taksi Xanh SM/Green SM yang dioperasikan oleh PT Xanh SM Green dan Smart Mobility Indonesia.
 
Baca Juga: Piaggio Liberty S 2025 Dibekali Fitur Konektivitas
 
Di negara asalnya, Xanh SM adalah anak usaha dari Green and Smart Mobility (GSM) yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan ramah lingkungan. Selain itu, GSM memiliki hubungan dengan VinFast karena didirikan oleh Pham Nhat Vuong yang notabene sebagai Chairman Vingroup.
 
Armada Green SM menggunakan mobil listrik VinFast VF e34 yang diberi nama Limogreen. Mobil ini memiliki kemampuan mengangkut 5 orang penumpang.
 
Global CEO Green and Smart Mobility JSC (GSM), Nguyen Van Thanh, menjelaskan bahwa perusahaan memilih kendaraan listrik karena sektor transportasi berkontribusi besar terhadap produksi emisi karbon.
 
"Hal ini mendorong kami untuk memulai pada April 2023, menyediakan solusi mobilitas hijau guna mendukung industri transportasi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan," ujar Nguyen Van Thanh pada Rabu (18-12-2024) di Senayan Jakarta.
 
Nguyen Van Thanh juga menilai Indonesia merupakan pasar yang potensial karena populasi besar dan ekonomi yang bertumbuh, sehingga menjadi tujuan ekspansi mobilitas ramah lingkungan yang tepat.
 
"Lebih jauh, kedekatan geografis Indonesia serta nilai-nilai budaya yang serupa dengan Vietnam memposisikan kami dengan baik untuk secara efektif mengadaptasi dan menerapkan pengalaman yang telah kami peroleh di pasar dalam negeri," tambahnya.
 
Keberadaan armada Green SM kini sudah mulai bisa dimanfaatkan oleh masyarkat luas. Tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya, namun merek juga melakukan ekspansi ke Makassar Sulawesi Selatan dan Surabaya Jawa Timur.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan