medcom.id, Jakarta: Beragam agen pemegang merek (APM) setiap tahun terus menggelarkan corporate social responsibilty (CSR) bertemakan pendidikan. Bahkan Datsun Indonesia yang baru berusia 3 tahun, semakin serius menggarap program-program CSR pendidikan.
Melalui program Datsun Rising Hope (DRH), saudara dari Nissan ini terus meningkatkan perhatiannya pendidikan. Bahkan beranjak ke DRH 2, program ini semakin besar dari tahun sebelumnya. Di DRH 2, Datsun menggandeng Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) dan yayasan 1001Buku. Ketiganya bersinergi untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak di Indonesia.
"Datsun berkomitmen untuk memberikan akses kepada para risers melalui berbagai cara, salah satunya melalui keterlibatan untuk membantu kalangan remaja dan anak-anak. Datsun ingin mereka memiliki akses sedini mungkin untuk membuat terobosan dalam hidupnya melalui berbagai kegiatan dan dukungan yang bisa kami berikan," ucap President Director PT Nissan Motor Indonesia, Antonio Zara, kepada Metrotvnews.com, di Hongkong Cafe Jakarta, Senin (27/2/2017).
DRH 2 kembali menyumbang 12.546 buku bacaan anak. Jumlah ini melampaui target awal yang hanya 10 ribu buku bacaan anak. Ketiga buku ini disumbangkan ke sekolah-sekolah dan taman bacaan anak di wilayah Jawa Barat, seperti Kuningan, Purwakarta, dan Lembang.
Tak sampai disitu, DRH 2 juga melakukan kegiatan renovasi sekolah di SDN Babakancikao Purwarkarta, SDN Cikahuripan 3 Lembang, dan SDN Nanggerang Kuningan. Disitu mereka menggelar kegiatan coaching clinic an mini turnamen futsal bersama pemain Persib Bandung.
Kemudian terdapat kegiatan renovasi taman bacaan di Lembang dan Kuningan. Selanjutnya ada pemberian beasiswa kepada 60 pelajar, bekerja sama GN-OTA. Salah satu yang baru di DRH 2 adalah kompetisi menulis surat untuk anak-anak. Disini mereka diajak untuk berimajinasi menyampaikan pesan kepada tokoh-tokoh idola mereka. Kegiatan menulis ini di menangkan oleh Kamilla Lubna dari Cikeas Bogor. "Datsun percaya bahwa anak-naka harus memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi maksimum, sehingga mereka bisa menggapai mimpinya," tambah Antonio.
Tentu bukan cuma Datsun saja yang memiliki fokus kepada dunia pendidikan di Indonesia. Sebut saja Honda yang memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan, Mitsubishi dan Suzuki yang kerap menyumbang mobil sebagai unit peraga sekolah, atau juga Toyota yang memiliki lomba menggambar khusus anak-anak.
medcom.id, Jakarta: Beragam agen pemegang merek (APM) setiap tahun terus menggelarkan
corporate social responsibilty (CSR) bertemakan pendidikan. Bahkan Datsun Indonesia yang baru berusia 3 tahun, semakin serius menggarap program-program CSR pendidikan.
Melalui program Datsun Rising Hope (DRH), saudara dari Nissan ini terus meningkatkan perhatiannya pendidikan. Bahkan beranjak ke DRH 2, program ini semakin besar dari tahun sebelumnya. Di DRH 2, Datsun menggandeng Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) dan yayasan 1001Buku. Ketiganya bersinergi untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak di Indonesia.
"Datsun berkomitmen untuk memberikan akses kepada para
risers melalui berbagai cara, salah satunya melalui keterlibatan untuk membantu kalangan remaja dan anak-anak. Datsun ingin mereka memiliki akses sedini mungkin untuk membuat terobosan dalam hidupnya melalui berbagai kegiatan dan dukungan yang bisa kami berikan," ucap President Director PT Nissan Motor Indonesia, Antonio Zara, kepada Metrotvnews.com, di Hongkong Cafe Jakarta, Senin (27/2/2017).
DRH 2 kembali menyumbang 12.546 buku bacaan anak. Jumlah ini melampaui target awal yang hanya 10 ribu buku bacaan anak. Ketiga buku ini disumbangkan ke sekolah-sekolah dan taman bacaan anak di wilayah Jawa Barat, seperti Kuningan, Purwakarta, dan Lembang.
Tak sampai disitu, DRH 2 juga melakukan kegiatan renovasi sekolah di SDN Babakancikao Purwarkarta, SDN Cikahuripan 3 Lembang, dan SDN Nanggerang Kuningan. Disitu mereka menggelar kegiatan
coaching clinic an mini turnamen futsal bersama pemain Persib Bandung.
Kemudian terdapat kegiatan renovasi taman bacaan di Lembang dan Kuningan. Selanjutnya ada pemberian beasiswa kepada 60 pelajar, bekerja sama GN-OTA. Salah satu yang baru di DRH 2 adalah kompetisi menulis surat untuk anak-anak. Disini mereka diajak untuk berimajinasi menyampaikan pesan kepada tokoh-tokoh idola mereka. Kegiatan menulis ini di menangkan oleh Kamilla Lubna dari Cikeas Bogor. "Datsun percaya bahwa anak-naka harus memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi maksimum, sehingga mereka bisa menggapai mimpinya," tambah Antonio.
Tentu bukan cuma Datsun saja yang memiliki fokus kepada dunia pendidikan di Indonesia. Sebut saja Honda yang memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan, Mitsubishi dan Suzuki yang kerap menyumbang mobil sebagai unit peraga sekolah, atau juga Toyota yang memiliki lomba menggambar khusus anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(GUS)