Selain untuk memenuhi pasar domestik, produk rakitan dalam negeri ini juga diekspor di 75 negara dengan merek Toyota, Daihatsu, dan yang terbaru pada September 2020 lalu yaitu Mazda Bongo dengan basis GranMax. Daihatsu
Selain untuk memenuhi pasar domestik, produk rakitan dalam negeri ini juga diekspor di 75 negara dengan merek Toyota, Daihatsu, dan yang terbaru pada September 2020 lalu yaitu Mazda Bongo dengan basis GranMax. Daihatsu

Industri Otomotif

Daihatsu Kurangi Take Time Produksi Mobil karena PSBB

Otomotif industri otomotif daihatsu
Ekawan Raharja • 09 Oktober 2020 10:00
Jakarta: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta berdampak kepada iklim industri yang ada di area tersebut. Sejumlah penyesuain perlu dilakukan agar proses usaha tetap bisa berjalan namun tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan selama PSBB berlangsung.
 
Daihatsu yang memiliki pabrik di kawasan Sunter, Jakarta Utara, menerapkan sejumlah penyesuaian di proses produksi mobil demi pabrik bisa tetap berjalan. Jenama asal Jepang ini menyesuaikan kapasitas produksi kendaraannya dengan take time dari yang sebelumnya 1,5 menit per-unit kendaraan menjadi 3,1 menit per-unit.
 
Penyesuaian take time ini mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan, yakni dengan menerapkan jaga jarak antar karyawan di produksi minimal 1,5 meter demi menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Penyesuaian ini juga menyebabkan kapasitas produksi mengalami penurunan dan disesuaikan juga dengan permintaan pasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain untuk memenuhi pasar domestik, produk rakitan dalam negeri ini juga diekspor di 75 negara dengan merek Toyota, Daihatsu, dan yang terbaru pada September 2020 lalu yaitu Mazda Bongo dengan basis GranMax. Meskipun terjadi penyesuaian produksi, mereka tetap optimis dan bersyukur dapat menjalankan operasional perusahaan dengan baik di tengah kondisi yang tidak mudah.
 
Hingga saat ini, Anak usaha Grup Astra ini menerapkan kebijakan WFO (work from office) dan WFH (work from home) menjadi 25 persen WFO – 75 persen WFH, yang berarti tiap karyawan bekerja di kantor hanya 1 minggu dalam 1 bulan selama periode PSBB. Selain itu, mereka juga menggunakan sebuah aplikasi monitor internal untuk memastikan jarak antar karyawan saat bekerja di kantor selalu dalam batas aman yakni minimal 1,5 meter.
 
“Daihatsu tetap optimis dan bersyukur walaupun terjadi penurunan, masih dapat tetap melakukan aktivitas produksi dengan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan dengan mengoptimalkan karyawan yang bekerja demi meminimalisir penyebaran Covid-19 di seluruh area kerja,” ujar Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, melalui keterangan resminya.

 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif