medcom.id: Ssangyong adalah manufaktur mobil asal Korea Selatan yang akan menghadirkan mobil crossover dengan segmentasi di kelas B. Tentunya dimensinya tidak akan berbeda jauh dengan mobil crossover lain di kelas ini, seperti NIssan Juke.
Meski demikian, dari sisi rekayasa tampilan yang dirilis oleh Ssangyong, terlihat tampilan mobil yang sepertinya lebih menyerupai sebuah mobil SUV (sport utilty vehicle). Hanya saja dimensinya lebih kecil dari sebuah mobil berkarakter SUV.
Meski demikian, sebagian kalangan pemerhati otomotif global, Ssangyong Tivoli harusnya menyandang titel lain di belakang Tivoli, misalnya X100. Lantaran mobil ini dinilai belum cukup kekar seperti sebuah crossover atau pun mobil yang maskulin. Tapi Ssangyong rupanya tak bergeming dengan hal ini.
Kabarnya mobil ini akan menggendong mesin 1.600 cc bensin dan 1.600 cc diesel turbocharged. Tiap tipe juga akan dikembangkan dalam beberapa model. Baik yang manual maupun yang menggunaan sistem transmisi otomatis.
Untuk pertama kali, mobil ini akan dipasarkan di Korea. Kemudian di pertengahan tahun depan, baru akan di ekspor ke Eropa. Tentu menarik jika mobil ini juga masuk ke Indonesia. Untuk harganya sendiri belum diumumkan, tapi diprediksi produk ini akan menjadi jagoan baru Ssangyong di pasar global.
medcom.id: Ssangyong adalah manufaktur mobil asal Korea Selatan yang akan menghadirkan mobil crossover dengan segmentasi di kelas B. Tentunya dimensinya tidak akan berbeda jauh dengan mobil
crossover lain di kelas ini, seperti NIssan Juke.
Meski demikian, dari sisi rekayasa tampilan yang dirilis oleh Ssangyong, terlihat tampilan mobil yang sepertinya lebih menyerupai sebuah mobil SUV (
sport utilty vehicle). Hanya saja dimensinya lebih kecil dari sebuah mobil berkarakter SUV.
Meski demikian, sebagian kalangan pemerhati otomotif global, Ssangyong Tivoli harusnya menyandang titel lain di belakang Tivoli, misalnya X100. Lantaran mobil ini dinilai belum cukup kekar seperti sebuah
crossover atau pun mobil yang maskulin. Tapi Ssangyong rupanya tak bergeming dengan hal ini.
Kabarnya mobil ini akan menggendong mesin 1.600 cc bensin dan 1.600 cc diesel
turbocharged. Tiap tipe juga akan dikembangkan dalam beberapa model. Baik yang manual maupun yang menggunaan sistem transmisi otomatis.
Untuk pertama kali, mobil ini akan dipasarkan di Korea. Kemudian di pertengahan tahun depan, baru akan di ekspor ke Eropa. Tentu menarik jika mobil ini juga masuk ke Indonesia. Untuk harganya sendiri belum diumumkan, tapi diprediksi produk ini akan menjadi jagoan baru Ssangyong di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)