Tren head unit vertikal di 2019 adalah salah satu yang menarik disimak. Sayangnya harga yang mahal masih jadi batu sandungan untuk komponen aftermarket yang satu ini. Tomico
Tren head unit vertikal di 2019 adalah salah satu yang menarik disimak. Sayangnya harga yang mahal masih jadi batu sandungan untuk komponen aftermarket yang satu ini. Tomico

Audio Mobil

Kaleidoskop Otomotif 2019: Tren Head Unit Vertikal

Otomotif komponen otomotif aksesoris otomotif audio mobil
Ahmad Garuda • 30 Desember 2019 14:14
Jakarta: Tesla seakan membawa tren tersendiri untuk otomotif global. Bukan hanya karena penggerak rodanya berasal dari motor listrik, tapi juga karena mobil ini membuat pakem baru head unit model vertikal. Yup, model HU ini pun lantas diadopsi oleh Wuling Almaz yang masuk Indonesia awal 2019 lalu dan langsung menjadi tren setter soal HU vertikal di Indonesia.
 
Tentu banyak hal yang berubah dari cara produsen HU untuk memasarkan produk dengan model vertikal itu. Bukan saja hanya penambahan fitur-fitur terkini, namun dari sisi artistik dan kebaruan di ruang kabin lebih kekinian.
 
Meski kekinian, namun tidak mudah bagi beberapa dealer HU vertikal ini untuk memasarkan HU tersebut. Apalagi kalau bukan soal mahalnya harga head unit tersebut. Di antaranya disebabkan karena ada pengaturan panel yang dilakukan melalui HU. Misalnya pendingin kabin (AC) yang awalnya punya pengaturan tersendiri, kini bisa tersambung melalui tombol di HU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemilik Buana Audio Video, Asiong, menjelaskan merek yang Ia pegang yaitu Tomiko memiliki ukuran 12,1 inci, dan bisa disematkan di Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport generasi paling baru. Headunit ini sudah memiliki teknologi koneksi bluetooth dan USB Support, serta dilengkapi Android Auto, Screen Mirroring, dan bisa dikoneksikan dengan Steering Wheel Control.
 
Soal pemasangannya, head unit berukuran jumbo ini dengan model plug and play. Sehingga tidak ada perubahan dashboard yang signifikan ketika menyematkan head unit ini.
 
"Nanti dashboard bagian tengah, tempat head unit dan panel AC, di copot semua. Tinggal pasang, dan panel ac dipindah ke dalam head unit. Semua sistem sudah touch screen," klaim Asiong kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.
 
Namun kalau Anda ingin mengganti head unit bawaan seperti milik Almaz yang saat ini belum bisa beroperasi secara independen tanpa bantuan koneksi gawai, maka ini akan sedikit sulit.
 
"Tidak mudah mengganti begitu saja HU yang mobil yang memang sudah menggunakan model vertikal seperti ini dengan versi aftermarket. Itu karena sistemnya cukup rumit. Tapi kalau Almaz kami masih berani menjamin, toh produknya sama-sama buatan Tiongkok. Tapi kalau milik Tesla, sepertinya belum ada solusinya," ujar Operational Manager Kramat Motor, Erik Jeo di momentum berbeda yang juga meniagakan jenis HU vertikal seperti ini.
 
Lalu bagaimana dengan harganya? dari keterangan Buana Audio Video mematok harga head unit ini senilai Rp10 juta, sudah termasuk biaya pasang dengan estimasi waktu pengerjaan 1-2 jam. Sedangkan untuk mendapatkan suara yang lebih maksimal, membutuhkan tambahan Rp5 juta untuk membeli processor, power, dan subwoofer aktif.
 
Sedangkan Kramat Motor, punya lebih banyak varian produk. Termasuk floating head unit yang posisinya bukan hanya vertikal namun juga bisa diputar jadi horizontal. Budget yang Anda butuhkan untuk menebus produk di dealer car audio tersebut berkisar Rp7 jutaan ke atas.
 
Lalu bagaimana trennya untuk 2020, apakah masih akan terus berlanjut? Sepertinya masih akan demikian adanya. Tinggal menunggu tawaran harga yang lebih rasional untuk mengganti head unit model vertikal seperti ini.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif