Mataram: Suzuki memiliki pabrik yang cukup besar dengan luas tanah mencapai 130 hektar di Cikarang Jawa Barat. Saat ini, pabrik tersebut baru dimanfaatkan untuk produksi mobil dan bisa saja dimasa depan dimanfaatkan untuk pembuatan mesin kapal on board machine (OBM).
Marine Deputy General Manager PT Suzuki Indomobil Sales, Gunardi Prakosa, menerangkan bahwa pengembangan pabrik Suzuki di Cikarang bisa saja dilakukan untuk memproduksi OBM. Mengingat tanah di pabrik tersebut masih luas, dan hingga saat ini baru dimanfaatkan untuk memproduksi Suzuki Ertiga saja.
"Bisa saja itu dikembangkan, toh tanah kita sendiri dan masih luas. Namun saat ini belum kami lakukan," ungkap pria yang akrab di sapa Gun Senin (23/9/2019) di Mataram Nusa Tenggara Barat.
Untuk mesin OBM Suzuki yang ada saat ini masih di datangkan dari pabrik di luar negeri. Mesin-mesin dengan teknologi 2-tak didatangkan dari Thailand, sedangkan mesin 4-tak didatangkan dari Jepang langsung. Hal ini mengingat di negara-negara maju, tingkat kesadaran akan lingkungan lebih baik dan hanya memproduksi mesin yang ramah lingkungan.
Suzuki Indonesia saat ini belum memiliki rencana untuk mengembangkan produksi OBM di dalam negeri karena terkait skala ekonomisnya yang masih kecil. Bahkan dibandingkan unit bisnis mobil dan sepeda motor merek asal Jepang itu, OBM merupakan unit bisnis yang paling kecil meski bisnisnya terus tumbuh dalam lima tahun belakangan.
Demi memperbesar peluang bisnis mereka di tanah air, merek berlogo S ini ingin mencoba membuka pasar di Lombok. Kehadirannya tentu tidak mudah karena harus bersaing dengan Yamaha, Honda, dan berbagai merek OBM lainnya.
Di pasar Lombok ini, mereka akan mengincar segmen nelayan, pariwisata, dan transportasi. "Nelayan itu kira-kira 80 persen di seluruh Indonesia. tapi intinya pergerakan itu masing-masing (nelayan dan pariwisata) akan membesar dan saat ini pariwisata dengan banyak spot-sport wisata juga terus membesar."
Suzuki menyediakan lini produk yang lengkap, baik mesin 2-tak yang tersedia dari 15-40 PK dan mesin 4-tak dengan mesin dari 2,5-325 PK. "Penjualan mesin 2-tak 60 persen dan 4-tak 40 persen. Kalau market share suzuki, penjualannya dibanding tahun lalu naik 19 persen dari April-Agustus 2019," pungkas Gun.
Mataram: Suzuki memiliki pabrik yang cukup besar dengan luas tanah mencapai 130 hektar di Cikarang Jawa Barat. Saat ini, pabrik tersebut baru dimanfaatkan untuk produksi mobil dan bisa saja dimasa depan dimanfaatkan untuk pembuatan mesin kapal on board machine (OBM).
Marine Deputy General Manager PT Suzuki Indomobil Sales, Gunardi Prakosa, menerangkan bahwa pengembangan pabrik Suzuki di Cikarang bisa saja dilakukan untuk memproduksi OBM. Mengingat tanah di pabrik tersebut masih luas, dan hingga saat ini baru dimanfaatkan untuk memproduksi Suzuki Ertiga saja.
"Bisa saja itu dikembangkan, toh tanah kita sendiri dan masih luas. Namun saat ini belum kami lakukan," ungkap pria yang akrab di sapa Gun Senin (23/9/2019) di Mataram Nusa Tenggara Barat.
Untuk mesin OBM Suzuki yang ada saat ini masih di datangkan dari pabrik di luar negeri. Mesin-mesin dengan teknologi 2-tak didatangkan dari Thailand, sedangkan mesin 4-tak didatangkan dari Jepang langsung. Hal ini mengingat di negara-negara maju, tingkat kesadaran akan lingkungan lebih baik dan hanya memproduksi mesin yang ramah lingkungan.
Suzuki Indonesia saat ini belum memiliki rencana untuk mengembangkan produksi OBM di dalam negeri karena terkait skala ekonomisnya yang masih kecil. Bahkan dibandingkan unit bisnis mobil dan sepeda motor merek asal Jepang itu, OBM merupakan unit bisnis yang paling kecil meski bisnisnya terus tumbuh dalam lima tahun belakangan.
Demi memperbesar peluang bisnis mereka di tanah air, merek berlogo S ini ingin mencoba membuka pasar di Lombok. Kehadirannya tentu tidak mudah karena harus bersaing dengan Yamaha, Honda, dan berbagai merek OBM lainnya.
Di pasar Lombok ini, mereka akan mengincar segmen nelayan, pariwisata, dan transportasi. "Nelayan itu kira-kira 80 persen di seluruh Indonesia. tapi intinya pergerakan itu masing-masing (nelayan dan pariwisata) akan membesar dan saat ini pariwisata dengan banyak spot-sport wisata juga terus membesar."
Suzuki menyediakan lini produk yang lengkap, baik mesin 2-tak yang tersedia dari 15-40 PK dan mesin 4-tak dengan mesin dari 2,5-325 PK. "Penjualan mesin 2-tak 60 persen dan 4-tak 40 persen. Kalau market share suzuki, penjualannya dibanding tahun lalu naik 19 persen dari April-Agustus 2019," pungkas Gun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)