medcom.id: Seoul: Sebagai negara yang memiliki industri otomotif skala raksasa, Korea Selatan relatif sepi dari hingar bingar kabar teknologi kendaraan autonomus dan berbahan bakar alternatif hemat energi. Tak mau tertinggal terlalu jauh, Hyundai-Kia mengumumkan siap memproduksi mulai 2018.
"Antara 2018 hingga 2020 kami akan memproduksi 14 varian mobil hemat energi," ungkap Direktur Operasional Hyundai-Kia, Lee Ki-sang, dalam pembukaan Seoul Motor Show 2017, Sabtu (1/4/2017).
Empat belas tipe itu terdiri dari lima model mobil bermesin hybrid, empat plug-in hybrid, empat listrik dan satu fuel-cell. "Tahun depan SUV fuel cell akan kami luncurkan," papar Lee sebagaimana dikutip dari Reuters.
Salah satunya adalah Hyundai FE (Future Eco) Fuel Celll Concept. Purwarupanya telah diperkenalkan dalam Geneva Auto Show 2017 sebelum ditampilkan dalam Seoul Motor Show 2017 yang sedang berlangsung di Goyang, Seoul, Korea Selatan, hingga akhir pekan depan.
Hyundai menyebutkan FE Fuel Cell bobotnya lebih ringan 20 persen dan 10 persen lebih hemat energi dibanding mobil berbahan bakar hidrogen plus batere yang diproduksi para pesaingnya. Tenaga dan daya tempuhnya juga diklaim lebih besar dan lebih jauh hingga 30 persen.
Selain model bukaan pintunya yang unik, daya tarik SUV yang mungkin akan menjadi generasi baru Tucson ini adalah interiornya futuristiknya. Pendaraan biru teduh mendominasi suasananya. Panel cluster berupa layar lebar yang menunjukkan berbagai data yang pengemudi butuhkan. Sebuah panel layar sentuh di console tengah menjadi pusat pengendali sarahan hiburan dan komunikasi.
Desain ektrerior tentu tidak Hyundai abaikan. Tidak sia-sia beberapa tahun terakhir mereka membajak banyak desainer utama dari merek-merek yang mapan di Amerika dan Asia. Lihat saja 'bekas cakaran' di dua sisi haluan dan buritan yang dari dalamnya memancarkan cahaya lampu kabut, sein dan rem.
Sementara head light ada di ujung 'sobekan' tipis melengkung sepanjang ujung bonnet. Bagian utama sobekan yang seolah mirip senyuman tipis itu ternyata grill. Bila mobil bermesin bakar butuh grill besar demi asupan udara yang membantu pendinginan sekaligus membuang panas, Hyundai FE Fuel Cell jelas sebaliknya. Namun bukan berarti tidak membutuhkan grill sama sekali.
Pengumuman akan mulai memproduksi massal 14 tipe mobil hemat energi pada 2018 boleh jadi terlalu jor-joran. Namun bila ingin meraih pasar lebih luas, Hyundai-Kia telah selangkah di depan pesaingnya dari Jepang dan Tiongkok yang masih berkutat dengan segmen pasar sama sedang digarap Amerika dan Eropa.
"Tidak cukup variasi pilihan model, mobil Hyundai harus mampu menempuh jarak setidaknya hingga 500-an kilometer," kata Ko Tae-bong, an analyst at Hi Investment & Securities.
Masalahnya permintaan pasar terhadap mobil hemat energi sedang dalam kondisi terpuruk, tidak terkecuali Hyundai-Kia. Buktinya data penjualan global Hyunday Ioniq dan Kia Niro pada 2016 keruang sesuai harapan. Penyebabnya tidak lain adalah anjloknya harga minyak dunia. Maka lebih baik tidak mematok target terlalu tinggi walau pasar mobil energi alternatif rata-rata tumbuh 10 persen tiap tahunnya.
medcom.id: Seoul: Sebagai negara yang memiliki industri otomotif skala raksasa, Korea Selatan relatif sepi dari hingar bingar kabar teknologi kendaraan autonomus dan berbahan bakar alternatif hemat energi. Tak mau tertinggal terlalu jauh, Hyundai-Kia mengumumkan siap memproduksi mulai 2018.
"Antara 2018 hingga 2020 kami akan memproduksi 14 varian mobil hemat energi," ungkap Direktur Operasional Hyundai-Kia, Lee Ki-sang, dalam pembukaan Seoul Motor Show 2017, Sabtu (1/4/2017).
Empat belas tipe itu terdiri dari lima model mobil bermesin hybrid, empat plug-in hybrid, empat listrik dan satu fuel-cell. "Tahun depan SUV fuel cell akan kami luncurkan," papar Lee sebagaimana dikutip dari Reuters.
Salah satunya adalah Hyundai FE (Future Eco) Fuel Celll Concept. Purwarupanya telah diperkenalkan dalam Geneva Auto Show 2017 sebelum ditampilkan dalam Seoul Motor Show 2017 yang sedang berlangsung di Goyang, Seoul, Korea Selatan, hingga akhir pekan depan.
Hyundai menyebutkan FE Fuel Cell bobotnya lebih ringan 20 persen dan 10 persen lebih hemat energi dibanding mobil berbahan bakar hidrogen plus batere yang diproduksi para pesaingnya. Tenaga dan daya tempuhnya juga diklaim lebih besar dan lebih jauh hingga 30 persen.
Selain model bukaan pintunya yang unik, daya tarik SUV yang mungkin akan menjadi generasi baru Tucson ini adalah interiornya futuristiknya. Pendaraan biru teduh mendominasi suasananya. Panel cluster berupa layar lebar yang menunjukkan berbagai data yang pengemudi butuhkan. Sebuah panel layar sentuh di console tengah menjadi pusat pengendali sarahan hiburan dan komunikasi.
Desain ektrerior tentu tidak Hyundai abaikan. Tidak sia-sia beberapa tahun terakhir mereka membajak banyak desainer utama dari merek-merek yang mapan di Amerika dan Asia. Lihat saja 'bekas cakaran' di dua sisi haluan dan buritan yang dari dalamnya memancarkan cahaya lampu kabut, sein dan rem.
Sementara head light ada di ujung 'sobekan' tipis melengkung sepanjang ujung bonnet. Bagian utama sobekan yang seolah mirip senyuman tipis itu ternyata grill. Bila mobil bermesin bakar butuh grill besar demi asupan udara yang membantu pendinginan sekaligus membuang panas, Hyundai FE Fuel Cell jelas sebaliknya. Namun bukan berarti tidak membutuhkan grill sama sekali.
Pengumuman akan mulai memproduksi massal 14 tipe mobil hemat energi pada 2018 boleh jadi terlalu jor-joran. Namun bila ingin meraih pasar lebih luas, Hyundai-Kia telah selangkah di depan pesaingnya dari Jepang dan Tiongkok yang masih berkutat dengan segmen pasar sama sedang digarap Amerika dan Eropa.
"Tidak cukup variasi pilihan model, mobil Hyundai harus mampu menempuh jarak setidaknya hingga 500-an kilometer," kata Ko Tae-bong, an analyst at Hi Investment & Securities.
Masalahnya permintaan pasar terhadap mobil hemat energi sedang dalam kondisi terpuruk, tidak terkecuali Hyundai-Kia. Buktinya data penjualan global Hyunday Ioniq dan Kia Niro pada 2016 keruang sesuai harapan. Penyebabnya tidak lain adalah anjloknya harga minyak dunia. Maka lebih baik tidak mematok target terlalu tinggi walau pasar mobil energi alternatif rata-rata tumbuh 10 persen tiap tahunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)