Industri aftermarket ban di Indonesia terkerek dengan banyaknya mobil-mobil baru dan bertumbuhnya industri otomotif nasional. medcom.id/Ahmad Garuda
Industri aftermarket ban di Indonesia terkerek dengan banyaknya mobil-mobil baru dan bertumbuhnya industri otomotif nasional. medcom.id/Ahmad Garuda

Industri Otomotif Maju, Kerek Industri Aftermarket Ban

Otomotif komponen otomotif ban mobil
Ahmad Garuda • 09 April 2019 18:14
Jakarta: Disadari atau tidak, penggunaan ban sebagai kelengkapan utama kendaraan, ternyata tak lagi sekadar kebutuhan untuk menjalankan fungsi sebuah kendaraan. Lebih dari itu, ban sekarang sudah jadi passion bagi sebagian masyarakat yang senang dengan dunia otomotif.
 
Contoh paling konkrit ditunjukkan oleh produsen ban asal Jepang yaitu Bridgestone yang tahun lalu mengalami peningkatan permintaan sebesar 6 persen. Peningkatan ini tak lain karena alasan itu tadi. Belum lagi kebutuhan industri otomotif itu sendiri untuk menjadikan sebuah merek ban sebagai pemasok resmi ban untuk mereka.
 
"Penjualan mobil tahun lalu meningkat tipis. Namun kami melihat ada pergeseran soal kebutuhan ban yang tak lagi sekadar untuk menjalankan sebuah kendaraan. Tapi lebih kepada kebutuhan untuk berkendara lebih aman, berkendara lebih hemat bahan bakar, hingga berkendara untuk gaya hidup," jelas Marketing Director PT Bridgestone Tire Indonesia, Yuichi Asaoka di Shangri-La Hotel pada Selasa (9/4/2019).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Optimis di 2019
Proyeksi pasar otomotif nasional di 2019 meningkat tipis, tetap membawa optimisme tinggi bagi produsen ban tersebut. Asaoka dalam pernyataan lanjutannya menilai bahwa pasar otomotif yang permintaannya cenderung naik, justru akan berdampak berkali lipat ke industri penyokongnya seperti komponen aftermarket.
 
Apalagi saat ini strategi untuk menjadi OEM di beberapa pabrikan yang mereka anggap cukup tinggi penjualannya, ternyata berhasil. Pasar kendaraan penumpang yang justru menjadi kekuatan mereka di pasar Indonesia, juga menjadi andalan merek ini.
 
Tapi bukan berarti mereka mengabaikan pangsa pasar di segmen kendaraan komersial. Bukan hanya APM, pengusaha otobus pun dinilai cukup potensial untuk mengangkat target penjualan yang tinggi di 2019.
 
Selain hal-hal di atas, trik lain yang mereka lakukan dan sudah dipersiapkan sebagai rutinitas adalah berpartisipasi dalam ragam kegiatan otomotif seperti pameran dan juga kegiatan komunitas.
 
Persaingan Ketat
Mengingat persaingan yang semakin ketat dengan brand lokal seperti GT Radial dan Achilles, Bridgestone tentu akan punya tantangan besar tahun ini. Terlebih di beberapa bidang yang cukup krusial seperti ajang balap, tak lagi digubris untuk pasar tanah air. Namun mereka akali dengan mendukung atlet Indonesia yang berlaga di ajang dunia seperti Olimpiade.
 
Lalu trik lain yang dilakukan untuk menghadapi ketatnya persaingan di 2019, adalah penambahan jaringan penjualan yang lebih menjangkau ke pelosok seperti Toko Model yang sudah mencapai 300 titik.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif