Menurutnya, dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 terdapat dua formulasi penetapan harga BBM, yakni untuk sektor industri dan nonindustri.
"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil dikutip dari Antara.
Bahlil menjelaskan BBM kategori industri umumnya merupakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98 yang digunakan oleh kalangan masyarakat mampu serta sektor usaha. Karena itu, perubahan harga pada jenis BBM tersebut tidak menjadi beban negara lantaran tidak mendapatkan subsidi pemerintah.
Baca Juga:
Cek Harga OTR Jakarta Kia Carnival, Muat 11 Orang Penumpang
"Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan fokus utama kebijakan energi tetap berada pada perlindungan masyarakat melalui BBM bersubsidi.
Bahlil memastikan keputusan terkait harga BBM subsidi berada langsung di tangan Presiden Prabowo Subianto dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan daya beli masyarakat.
"Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," imbuh Bahlil.
Baca Juga:
All New Hyundai Kona Electric, Bawa Barang Banyak Tak Masalah!
Sebelumnya, PT Pertamina juga menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, untuk periode April 2026. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ujar Baron, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Baron meminta masyarakat untuk memperoleh informasi harga BBM yang valid melalui saluran resmi Pertamina. Pada kesempatan tersebut, Baron juga menyampaikan dukungannya terhadap imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News