Pabrik mobil Lamborghini. Lamborghini
Pabrik mobil Lamborghini. Lamborghini

Lamborghini Batalkan Rencana Mobil Listrik Perdana, Fokus ke Hybrid

Ekawan Raharja • 01 Maret 2026 11:51
Ringkasnya gini..
  • Lamborghini batalkan mobil listrik berbasis Lanzador dan pilih fokus ke teknologi hybrid.
  • CEO sebut minat konsumen terhadap EV murni hampir nol, prioritaskan suara dan emosi mesin.
  • Urus tetap hybrid, Lamborghini siapkan strategi hadapi regulasi emisi 2030 tanpa kehilangan identitas.
Bologna: Lamborghini resmi membatalkan rencana peluncuran mobil listrik (EV) produksi massal pertamanya. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengevaluasi minat konsumen terhadap kendaraan listrik murni yang dinilai masih sangat rendah di segmen supercar premium.
 
CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menegaskan bahwa perusahaannya belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik. Menurutnya minat terhadap teknologi nol emisi di kalangan konsumen Lamborghini hampir nol, dikutip dari ArenaEV.
 
Model listrik yang sebelumnya direncanakan akan berbasis konsep Lamborghini Lanzador, sebuah crossover konfigurasi 2+2. Namun proyek tersebut kini dibatalkan dan perusahaan memilih memperkuat lini plug-in hybrid.

Prioritaskan Emosi dan Suara Mesin

Winkelmann menilai pelanggan Lamborghini tidak sekadar mencari alat transportasi, melainkan pengalaman emosional dari desain, performa, pengendalian, serta suara mesin khas V8 atau V12.

Baca Juga:
Elektrifikasi Indonesia Tumbuh Terstruktur, Hybrid Jadi Jembatan Transisi


Karena itu, Lamborghini melihat teknologi plug-in hybrid sebagai solusi transisi terbaik. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik memungkinkan performa instan dari tenaga baterai tanpa menghilangkan karakter suara dan sensasi berkendara.

Urus Tetap Hybrid, Bukan EV

Keputusan strategis ini juga berdampak pada masa depan Lamborghini Urus. SUV performa tinggi tersebut sebelumnya direncanakan menjadi EV penuh pada 2029. Namun, rencana itu kini dibatalkan.

Urus merupakan model terlaris Lamborghini. Pada tahun lalu, perusahaan mencatat rekor penjualan 10.747 unit secara global, dengan kontribusi terbesar berasal dari Urus.
 
Menurut Winkelmann, mempertaruhkan model terlaris pada teknologi yang belum tentu diterima pasar merupakan risiko besar. Ia menyebut investasi miliaran dolar untuk EV saat ini bisa menjadi “hobi yang mahal” dan dinilai tidak bertanggung jawab secara finansial terhadap karyawan maupun pemegang saham.

Baca Juga:
Siap Mudik ala Mitsubishi Xpander, Nyaman di Kabin, Tangguh di Luar!

Siap Hadapi Regulasi Emisi

Meski menunda EV murni, Lamborghini tetap bersiap menghadapi regulasi emisi yang semakin ketat, terutama menjelang 2030. Seluruh lini model saat ini, termasuk Lamborghini Temerario dan Lamborghini Revuelto, telah mengadopsi teknologi hybrid.
 
Winkelmann juga menegaskan pintu untuk mobil listrik sepenuhnya belum tertutup. Ia menyatakan “jangan pernah berkata tidak akan pernah”, namun menekankan bahwa waktu dan kesiapan pasar harus menjadi pertimbangan utama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan