Suasana GIIAS 2025. Seven Events
Suasana GIIAS 2025. Seven Events

Kemenperin Perkuat Peran Early Adopter untuk Dorong Pasar Kendaraan Listrik

Ekawan Raharja • 23 April 2026 07:50
Ringkasnya gini..
  • Kemenperin dorong peran early adopter untuk mempercepat pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.
  • Pasar EV Indonesia tumbuh pesat dengan CAGR di atas 140 persen dalam lima tahun terakhir.
  • Pemerintah siapkan produksi mobil listrik nasional dan targetkan realisasi massal pada 2028.
DKI Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat strategi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dengan mendorong peran early adopter atau pengguna awal.
 
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan permintaan pasar yang stabil sekaligus mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, baik dari sisi hulu maupun hilir.
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pemerintah berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, termasuk melalui peran aktif sebagai pengguna awal.

“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Antara.

Baca Juga:
Daftar Motor yang Disarankan Pakai BBM RON 98


Berdasarkan data Kemenperin, pasar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, industri ini mencatat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 140 persen.
 
Dari sisi pangsa pasar, kendaraan listrik terus mengalami peningkatan. Pada 2025, market share kendaraan listrik mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.
 
Kontribusi produksi kendaraan listrik terhadap total produksi nasional juga menunjukkan tren positif, dengan capaian 11,1 persen pada 2025. Angka ini diproyeksikan meningkat pada 2026 seiring mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang mengikuti program insentif kendaraan listrik dalam kondisi completely built-up (CBU).
 
Selain itu, penguatan industri kendaraan listrik nasional turut didukung oleh ekosistem yang semakin terintegrasi. Indonesia kini telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik, mulai dari proses refinery, produksi sel baterai, hingga tahap daur ulang (recycling).

Baca Juga:
Berapa Lama Baterai Mobil Listrik Awet Dipakai?


“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat," katanya.
 
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan industri ini. Sejumlah produsen otomotif global dan nasional telah menunjukkan komitmennya di Indonesia, seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, serta Industri Baterai Indonesia.
 
Kehadiran para pelaku industri tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik di kawasan.
 
Sejalan dengan strategi tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus mempercepat target produksi massal kendaraan listrik nasional yang ditargetkan mulai terealisasi pada 2028.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan