Blade Battery BYD. BYD
Blade Battery BYD. BYD

BYD Tegaskan Komitmen pada Teknologi Baterai LFP

Ekawan Raharja • 08 November 2025 14:45
Tokyo: General Manager of Brand and Public Relations di BYD, Li Yunfei, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan teknologi baterai lithium iron phosphate (LFP) serta menyerukan kepercayaan terhadap industri baterai kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok, sebagaimana dilaporkan oleh IT-home.
 
Li menyoroti bahwa Tiongkok merupakan pasar baterai EV yang tumbuh paling cepat dan memiliki sumber daya paling melimpah, didukung oleh kemampuan riset yang luas serta basis industri yang kuat.
 
Ia mengakui bahwa baterai solid-state memiliki potensi keunggulan, namun menegaskan bahwa teknologi baterai saat ini sudah matang, ditunjang infrastruktur pengisian daya yang komprehensif, dan semakin mampu memenuhi kebutuhan konsumen termasuk peningkatan performa di cuaca dingin.

Menanggapi kekhawatiran soal keamanan, Li mencatat bahwa laporan kebakaran pada kendaraan listrik non-LFP di dunia maya telah memicu persepsi bahwa baterai EV berisiko.

Baca Juga:
Rekomendasi Mobil di Bawah Rp100 Juta Versi Gofar Hilman


Ia menegaskan bahwa sebagian besar konsumen tidak membedakan antara baterai LFP dan ternary lithium. BYD, lanjutnya, berkomitmen menjadikan LFP sebagai standar untuk seluruh model saat ini dan di masa depan.
 
“Keamanan adalah hal mendasar. Keamanan adalah kemewahan terbesar. Keamanan adalah tujuan dasar sebuah produk,” ujar Li.
 
Li juga mencontohkan elektrifikasi armada bus umum di Tiongkok selama 15 tahun terakhir sebagai bukti keandalan baterai LFP. Menurutnya, adopsi luas baterai LFP pada bus listrik berhasil mencegah insiden kebakaran serius meski membawa puluhan penumpang. Pertimbangan keamanan inilah yang mendorong industri memilih LFP untuk kendaraan umum dan menjadi acuan bagi kendaraan pribadi.
 
Data dari Januari hingga September 2025 menunjukkan bahwa instalasi baterai LFP mencapai 493,9 GWh, meningkat 42,5% dibanding tahun sebelumnya, dan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar baterai EV di Tiongkok, memperkuat posisinya sebagai pilihan dominan di industri kendaraan listrik.

Baca Juga:
5.000 Kamera ETLE Bakal Dipasang pada 2026


Lebih lanjut, Li menyoroti keunggulan teknis baterai LFP, termasuk siklus hidup yang lebih panjang dibanding baterai ternary lithium. Baterai LFP mampu mempertahankan kapasitas setelah lebih dari 3.500 siklus pengisian dan pengosongan, sementara baterai ternary lithium rata-rata hanya sekitar 2.000 siklus.
 
Selain itu, LFP memiliki stabilitas termal lebih tinggi dengan suhu runaway termal melebihi 500°C, dibandingkan di bawah 300°C untuk baterai ternary lithium.
 
Meski beberapa produsen masih menggunakan ternary lithium untuk mengejar jarak tempuh yang lebih panjang, Li mengingatkan pentingnya menjadikan keamanan sebagai standar dasar industri.
 
“Sebagai peserta kunci di sektor ini, kami berharap semua pemain memberikan kontribusi positif dan memprioritaskan keselamatan sebagai dasar,” katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan