Jeep Wrangler Rubicon bupati Karanganyar yang dievakuasi dari dasar sungai Jlantah, setelah gagal dipergunakan susur medan berbatu yang dirancang sebagai bagian dari proyek Waduk Jlantah. MI/Widjajadi
Jeep Wrangler Rubicon bupati Karanganyar yang dievakuasi dari dasar sungai Jlantah, setelah gagal dipergunakan susur medan berbatu yang dirancang sebagai bagian dari proyek Waduk Jlantah. MI/Widjajadi

Peristiwa Unik

Analisa Jeep Wrangler Rubicon Bupati Karanganyar Gagal Seberangi Sungai

Otomotif peristiwa unik
M. Bagus Rachmanto • 05 Januari 2020 07:12
Jakarta: Sedang mejadi perbincangan hangat publik soal pengadaan Jeep Wrangler Rubicon senilai Rp1,989 miliar untuk mobil dinas Bupati Karanganyar yang dibiayai dana APBD Perubahan 2019, Ia kembali membuat heboh lantaran mobil yang memang didesain untuk kebutuhan off road itu gagal melewati sungai dan terjebak di sana.
 
Kejadian ini dialami oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang ingin meninjau proyek Waduk Jlantah di Jatiyoso, dengan mengendarai sendiri mobil dinas Wrangler Rubicon yang baru diterimanya sepekan lalu, untuk menyusur sungai Jlantah, Jumat ( 3/1/2020). Sayangnya mobil seharga miliaran rupiah itu malah tersangkut batu dasar sungai, sehingga tidak bisa meneruskan perjalanan.
 
Video yang memperlihatkan Wrangler Rubicon Juliyatmono yang terjebak di jalan berlumpur itu pun memunculkan sejumlah analisa dari berbagai kalangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pecinta otomotif yang sudah malang melintang di dunia off road, Ferry Irawan menjelaskan, jenis matic untuk mobil off road umumnya menggunakan tipe matic 4WD. Artinya, kalau mode 4WD sudah diaktifkan, otomatis keempat roda akan bekerja. Roda depan menarik dan roda belakang mendorong.
 
“Dalam video terlihat kalau roda depannya tidak berputar. Tandanya mode 4WD-nya belum diaktifkan. Kemungkinan lain karena pengemudi kurang paham soal mobilnya juga," jelas Ferry kepada Medcom.id melalui sambungan telepon, Sabtu, (4/1/2020).
 
Lebih lanjut pria ramah itu juga menerangkan, kalau ban standar bawaan Wrangler Rubicon yang menggunakan tipe dan jenis All Terrain (AT) jadi salah satu faktor penggerak roda tidak bekerja optimal, karena ban tidak memiliki daya cengkeram yang baik.
 
Sesuai dengan namanya, ban AT didesain memiliki kemampuan untuk merambah berbagai ragam tipe permukaan jalanan baik itu on road maupun off road. AT dirancang 50% untuk on road dan 50% off road. Ban AT memang punya tapak lebih kasar dibanding HT, namun tidak seperti ban jenis Mud Terrain (MT) yang memiliki pola dengan gap dan got besar pada tapaknya yang memang didesain khusus medan off road. Ban MT memiliki komposisi 75% untuk medan off road dan 25% untuk permukaan jalan off road. Meski pada dasarnya bisa dipergunakan untuk on road (aspal), namun tidak disarankan lantaran daya cengkramnya kurang baik terlebih jika jalanan basah.
 
Dengan banderol harga selangit, maka tak heran jika Wrangler Rubicon punya sejumlah fitur canggih dan dibekali kemamuan offroad. Mengintip fiturnya ada sepasang instrumen panel analog yang mengapi MID digital. Di tengah dashboard terdapat head-unit touchscreen berukuran 8,4 inci dengan fitur voice-command.
 
Layar tersebut dapat terhubung ke smartphone melalui Android Auto atau pun Apple CarPlay. Dengan begitu, head-unit ini bisa menampilkan berbagai fungsi, seperti menerima telepon, memutar lagi, dan navigasi. Jeep Wrangler Rubicon ini juga memiliki interior waterproof. Hal ini tak terlepas dari atap dan pintunya yang bisa dilepas.
 
Bergeser ke dapur pacu, Jeep Wrangler Rubicon Bupati Karanganyar mengusung mesin 4-silinder inline 2.000 cc turbocharger dengan teknologi mild-hybrid. Tenaga yang dimuntahkan 270 daya kuda dengan torsi maksimum 400 Nm. Performa tersebut disalurkan ke 4 rodanya melalui transmisi otomatis 8 percepatan dan transfer case ROCK-TRAC, dengan pilihan mode transmisi manual. Termasuk sistem Tru-Lok untuk penyaluran tenaga yang bisa disesuaikan dengan kondisi jalan. Fitur untuk mengurangi ban selip ketika harus melintasi medan offroad yang berat.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif