Jakarta: Jaecoo J5 EV, dengan positioning sebagai B-SUV, Menawarkan efisiensi bagi pengendaranya. Mobil listrik yang dibanderol mulai dari Rp249.900.000 (OTR Jakarta) itu memiliki biaya operasional yang rendah untuk digunakan sehari-hari.
Hasil pengujian internal di Indonesia mencatat jarak tempuh 534,1 km, melampaui klaim 461 km (NEDC). Rute yang digunakan mencakup 80% tol dan 20% non-tol, kecepatan stabil 80–100 km/jam, AC 22°C menyala, Android Auto aktif, wireless charging aktif, serta dua penumpang di dalam kabin. Setup ini dirancang menyerupai penggunaan harian konsumen urban. Dengan capaian tersebut, J5 EV menunjukkan konsistensi performa range dalam skenario nyata, bukan sekadar hasil uji ideal.
Dari sisi cost efficiency, J5 EV mencatat biaya operasional harian sekitar Rp 9.692 atau kurang lebih Rp 194 per kilometer bila melakukan pengisian via portable charger rumah (tarif sekitar Rp 1.700/kWh). Dengan konsumsi rata-rata 8,77 km/kWh, kebutuhan energi 50 km hanya memerlukan sekitar 5,70 kWh—yang dapat dipenuhi dalam sekitar tiga jam pengisian harian via portable charger bawaan.
Baca Juga: Cara OLXmobbi Genjot Penjualan Mobil Bekas Akhir Tahun
Bagi pengguna yang lebih sering mengandalkan SPKLU, biaya tetap kompetitif. Dengan tarif fast charging sekitar Rp 2.500/kWh, kebutuhan energi yang sama setara biaya sekitar Rp 14.253 per 50 km, atau Rp 285 per kilometer. Hal ini menegaskan bahwa baik pengisian rumah maupun SPKLU, J5 EV tetap berada dalam koridor biaya penggunaan yang feasible untuk mobilitas harian masyarakat perkotaan.
“Manajemen baterai yang stabil di berbagai kondisi serta efisiensi energi dari sistem regenerative braking dan aerodinamika bodi, membuat J5 EV dapat digunakan berkendara untuk harian maupun perjalanan jarak menengah, termasuk perjalanan outdoor. Kombinasi jarak tempuh di atas 500 km dan biaya per kilometer yang tetap terjangkau menjadi gambaran bagaimana J5 EV dirancang untuk kebutuhan pengguna EV masa kini," ujar Country Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, melalui keterangan resminya.
Jakarta: Jaecoo J5 EV, dengan positioning sebagai B-SUV, Menawarkan efisiensi bagi pengendaranya.
Mobil listrik yang dibanderol mulai dari Rp249.900.000 (OTR Jakarta) itu memiliki biaya operasional yang rendah untuk digunakan sehari-hari.
Hasil pengujian internal di Indonesia mencatat jarak tempuh 534,1 km, melampaui klaim 461 km (NEDC). Rute yang digunakan mencakup 80% tol dan 20% non-tol, kecepatan stabil 80–100 km/jam, AC 22°C menyala, Android Auto aktif, wireless charging aktif, serta dua penumpang di dalam kabin. Setup ini dirancang menyerupai penggunaan harian konsumen urban. Dengan capaian tersebut, J5 EV menunjukkan konsistensi performa range dalam skenario nyata, bukan sekadar hasil uji ideal.
Dari sisi cost efficiency, J5 EV mencatat biaya operasional harian sekitar Rp 9.692 atau kurang lebih Rp 194 per kilometer bila melakukan pengisian via portable charger rumah (tarif sekitar Rp 1.700/kWh). Dengan konsumsi rata-rata 8,77 km/kWh, kebutuhan energi 50 km hanya memerlukan sekitar 5,70 kWh—yang dapat dipenuhi dalam sekitar tiga jam pengisian harian via portable charger bawaan.
Baca Juga:
Cara OLXmobbi Genjot Penjualan Mobil Bekas Akhir Tahun
Bagi pengguna yang lebih sering mengandalkan SPKLU, biaya tetap kompetitif. Dengan tarif fast charging sekitar Rp 2.500/kWh, kebutuhan energi yang sama setara biaya sekitar Rp 14.253 per 50 km, atau Rp 285 per kilometer. Hal ini menegaskan bahwa baik pengisian rumah maupun SPKLU, J5 EV tetap berada dalam koridor biaya penggunaan yang feasible untuk mobilitas harian masyarakat perkotaan.
“Manajemen baterai yang stabil di berbagai kondisi serta efisiensi energi dari sistem regenerative braking dan aerodinamika bodi, membuat J5 EV dapat digunakan berkendara untuk harian maupun perjalanan jarak menengah, termasuk perjalanan outdoor. Kombinasi jarak tempuh di atas 500 km dan biaya per kilometer yang tetap terjangkau menjadi gambaran bagaimana J5 EV dirancang untuk kebutuhan pengguna EV masa kini," ujar Country Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, melalui keterangan resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)