Padahal, pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) menyimpan informasi yang sangat terstruktur mengenai asal wilayah, golongan kendaraan, hingga nomor registrasinya.
Bagi sebagian orang, membaca kode pelat nomor mungkin membingungkan. Agar tidak salah paham, mari kita bedah cara membaca pelat nomor kendaraan di Indonesia dengan mudah melalui panduan berikut!
Anatomi Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia
Secara umum, susunan kode pada pelat nomor kendaraan terbagi menjadi tiga bagian utama:
-Kode Wilayah (Awalan): Berupa satu atau dua huruf di depan yang menunjukkan kode karesidenan atau wilayah pendaftaran kendaraan.
Baca Juga:
Panduan Membeli Mobil Lelang agar Sesuai Anggaran
-Nomor Registrasi (Tengah): Berupa deretan angka (1 sampai 4 digit) yang menunjukkan nomor urut pendaftaran kendaraan.
-Kode Seri/Sub-Wilayah (Akhiran): Berupa satu atau beberapa huruf di belakang angka yang menunjukkan sub-wilayah pendaftaran atau golongan/jenis kendaraan tertentu.
Panduan Lengkap Cara Membacanya
1. Huruf Depan: Mengenal Asal Wilayah
Huruf pertama pada pelat nomor adalah penanda utama asal daerah atau karesidenan tempat kendaraan tersebut didaftarkan. Contohnya:
* B: Wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
* D: Wilayah Bandung dan Cimahi.
* L: Wilayah Surabaya.
* F: Wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.
* A: Wilayah Banten (Serang, Cilegon, Pandeglang, dan lainnya).
2. Angka di Tengah: Nomor Urut Pendaftaran
Deretan angka di bagian tengah menunjukkan nomor urut kendaraan saat didaftarkan di kantor Samsat. Nomor ini biasanya berkisar dari 1 hingga 9999. Selain nomor urut, angka ini juga sering kali mengelompokkan jenis penggunaan kendaraan (misalnya kendaraan pribadi, angkutan umum, atau kendaraan dinas) melalui rentang angka tertentu yang ditentukan oleh kepolisian setempat.
Baca Juga:
Hyptec HT Hadirkan Standar Baru SUV Listrik Premium di Indonesia
3. Huruf Belakang: Seri dan Golongan Kendaraan
Huruf di bagian akhir pelat nomor memiliki fungsi ganda, yaitu menunjukkan sub-wilayah pendaftaran (kecamatan/kabupaten tertentu) serta jenis atau golongan kendaraan.
Sebagai contoh, pada wilayah DK (Bali), huruf di belakang angka dapat merinci apakah kendaraan tersebut berasal dari Denpasar, Badung, Gianyar, dan seterusnya. Huruf akhir juga kerap mengindikasikan golongan kendaraan, seperti kendaraan penumpang, truk, atau bus.
Dengan memahami pola di atas, kini Sobat tidak perlu bingung lagi saat melihat pelat nomor kendaraan di jalan. Cukup perhatikan huruf depannya untuk tahu daerah asalnya, angka tengah untuk nomor urutnya, dan huruf belakang sebagai penjelas wilayah serta peruntukannya!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda