DKI Jakarta: PT Autochem Industry (AI) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan cairan radiator yang mampu memenuhi kebutuhan kendaraan harian maupun mobil balap. Pengalaman di ajang balap touring nasional menjadi salah satu sarana perusahaan untuk menguji sekaligus menyempurnakan performa produk Master Radiator Coolant agar sesuai dengan kondisi iklim tropis Indonesia.
President Director PT AI, Henry Sada, menjelaskan Master Radiator Coolant telah hadir sejak 1998 dan berkembang menjadi salah satu produk di pasar cairan pendingin mesin. Pengujian di lintasan balap menjadi bagian dari pengembangan produk.
”Kami membawa nama Master ke ajang balap touring nasional untuk memperlihatkan keandalannya di sirkuit balap, serta tentunya menjadi masukan bagi pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan di wilayah dengan iklim tropis yang ekstrem,” terang Henry Sada melalui keterangan resminya.
PT AI diketahui telah mendukung pembalap Fitra Eri sejak 2015 melalui tim Honda Bandung Center. Kemudian, sejak 2025 perusahaan turun langsung ke ajang balap nasional melalui Master Racing Crew (MRC).
Baca Juga:
Aira ev Tampil Perdana, Intip Perjalanan 9 Tahun Wuling di Indonesia
Pada musim Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1500 2025, MRC berhasil mengantarkan Fitra Eri meraih gelar juara nasional. Memasuki musim 2026, dukungan berlanjut di Kejurnas ITCR 1500 serta One Make Race BRZ Super Series.
Menurut perusahaan, dunia balap menjadi laboratorium nyata untuk menguji kemampuan radiator coolant dalam menjaga suhu kerja mesin. Mobil balap bekerja pada putaran mesin tinggi dalam waktu lama sehingga membutuhkan cairan pendingin yang mampu melepaskan panas secara optimal. Jika suhu mesin melewati batas kerja, risiko overheat hingga kerusakan mesin dapat terjadi dan mengganggu performa kendaraan di lintasan.
Karakteristik tersebut juga dinilai relevan dengan penggunaan kendaraan sehari-hari. Dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dan sering mengalami stop and go, sistem pendingin mesin bekerja lebih keras karena minim aliran udara yang melewati radiator. Pada situasi seperti ini, radiator coolant berperan menjaga suhu kerja mesin tetap stabil sehingga konsumsi bahan bakar dan performa kendaraan tetap optimal.
PT AI menjelaskan Master Radiator Coolant dirancang dengan formulasi yang memiliki kemampuan transfer panas (heat transfer). Kandungan glycol yang digunakan diklaim mampu meningkatkan titik didih cairan pendingin sehingga tidak mudah menguap, sekaligus menurunkan titik beku dan menjaga temperatur kerja mesin tetap berada pada rentang ideal.
Selain menjaga temperatur, radiator coolant juga dibekali aditif antikarat untuk melindungi komponen sistem pendingin dari korosi. Perlindungan tersebut bertujuan mencegah kebocoran maupun penyumbatan pada saluran radiator yang dapat mengurangi efektivitas pendinginan mesin.
Baca Juga:
Cek Harga MPV Listrik, Mumpung Ada Diskon Bulan Juli 2026
PT AI juga menghadirkan Master Radiator Coolant Gold yang menggunakan teknologi Organic Acid Technology (OAT). Teknologi berbahan dasar organik ini diklaim lebih ramah lingkungan karena bekerja secara kimiawi hanya pada bagian logam yang membutuhkan perlindungan, tanpa meninggalkan endapan yang berpotensi menyumbat saluran radiator.
Perusahaan menyebut teknologi OAT juga memberikan usia pakai coolant yang lebih panjang karena minim penguapan. Karakteristik tersebut dinilai sesuai dengan kondisi cuaca Indonesia yang memiliki perubahan suhu cukup ekstrem sepanjang tahun.
Tidak hanya ditujukan untuk kendaraan bermesin bensin dan diesel, Master Radiator Coolant Gold juga dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kendaraan elektrifikasi seperti mobil hybrid dan mobil listrik. Cairan pendingin tersebut dirancang membantu menjaga temperatur komponen penting seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik, dan inverter agar tetap berada pada suhu kerja yang ideal sehingga dapat meminimalkan risiko penurunan performa akibat temperatur berlebih.
”Dengan teknologi riset modern, kami mempelajari informasi yang didapatkan dari dunia balap touring nasional dalam mengembangkan radiator coolant yang mampu bekerja di suhu tropis Indonesia yang sangat menuntut performa terbaik kendaraan. Master Radiator Coolant juga dirancang agar minim penguapan, memiliki usia pakai yang lama, dan tahan karat supaya menguntungkan pemakainya dalam jangka waktu panjang. Pelanggan dapat memilih antara 3 varian: Master Radiator Cool, Master Radiator Coolant Premixed, dan Master Radiator Coolant Gold,” tutup Henry Sada.
DKI Jakarta: PT Autochem Industry (AI) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan cairan radiator yang mampu memenuhi kebutuhan kendaraan harian maupun mobil balap. Pengalaman di ajang
balap touring nasional menjadi salah satu sarana perusahaan untuk menguji sekaligus menyempurnakan performa produk Master
Radiator Coolant agar sesuai dengan kondisi iklim tropis Indonesia.
President Director PT AI, Henry Sada, menjelaskan Master Radiator Coolant telah hadir sejak 1998 dan berkembang menjadi salah satu produk di pasar cairan pendingin mesin. Pengujian di lintasan balap menjadi bagian dari pengembangan produk.
”Kami membawa nama Master ke ajang balap touring nasional untuk memperlihatkan keandalannya di sirkuit balap, serta tentunya menjadi masukan bagi pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan di wilayah dengan iklim tropis yang ekstrem,” terang Henry Sada melalui keterangan resminya.
PT AI diketahui telah mendukung pembalap Fitra Eri sejak 2015 melalui tim Honda Bandung Center. Kemudian, sejak 2025 perusahaan turun langsung ke ajang balap nasional melalui Master Racing Crew (MRC).
Pada musim Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1500 2025, MRC berhasil mengantarkan Fitra Eri meraih gelar juara nasional. Memasuki musim 2026, dukungan berlanjut di Kejurnas ITCR 1500 serta One Make Race BRZ Super Series.
Menurut perusahaan, dunia balap menjadi laboratorium nyata untuk menguji kemampuan radiator coolant dalam menjaga suhu kerja mesin. Mobil balap bekerja pada putaran mesin tinggi dalam waktu lama sehingga membutuhkan cairan pendingin yang mampu melepaskan panas secara optimal. Jika suhu mesin melewati batas kerja, risiko overheat hingga kerusakan mesin dapat terjadi dan mengganggu performa kendaraan di lintasan.
Karakteristik tersebut juga dinilai relevan dengan penggunaan kendaraan sehari-hari. Dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dan sering mengalami stop and go, sistem pendingin mesin bekerja lebih keras karena minim aliran udara yang melewati radiator. Pada situasi seperti ini, radiator coolant berperan menjaga suhu kerja mesin tetap stabil sehingga konsumsi bahan bakar dan performa kendaraan tetap optimal.
PT AI menjelaskan Master Radiator Coolant dirancang dengan formulasi yang memiliki kemampuan transfer panas (heat transfer). Kandungan glycol yang digunakan diklaim mampu meningkatkan titik didih cairan pendingin sehingga tidak mudah menguap, sekaligus menurunkan titik beku dan menjaga temperatur kerja mesin tetap berada pada rentang ideal.
Selain menjaga temperatur, radiator coolant juga dibekali aditif antikarat untuk melindungi komponen sistem pendingin dari korosi. Perlindungan tersebut bertujuan mencegah kebocoran maupun penyumbatan pada saluran radiator yang dapat mengurangi efektivitas pendinginan mesin.
PT AI juga menghadirkan Master Radiator Coolant Gold yang menggunakan teknologi Organic Acid Technology (OAT). Teknologi berbahan dasar organik ini diklaim lebih ramah lingkungan karena bekerja secara kimiawi hanya pada bagian logam yang membutuhkan perlindungan, tanpa meninggalkan endapan yang berpotensi menyumbat saluran radiator.
Perusahaan menyebut teknologi OAT juga memberikan usia pakai coolant yang lebih panjang karena minim penguapan. Karakteristik tersebut dinilai sesuai dengan kondisi cuaca Indonesia yang memiliki perubahan suhu cukup ekstrem sepanjang tahun.
Tidak hanya ditujukan untuk kendaraan bermesin bensin dan diesel, Master Radiator Coolant Gold juga dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kendaraan elektrifikasi seperti mobil hybrid dan mobil listrik. Cairan pendingin tersebut dirancang membantu menjaga temperatur komponen penting seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik, dan inverter agar tetap berada pada suhu kerja yang ideal sehingga dapat meminimalkan risiko penurunan performa akibat temperatur berlebih.
”Dengan teknologi riset modern, kami mempelajari informasi yang didapatkan dari dunia balap touring nasional dalam mengembangkan radiator coolant yang mampu bekerja di suhu tropis Indonesia yang sangat menuntut performa terbaik kendaraan. Master Radiator Coolant juga dirancang agar minim penguapan, memiliki usia pakai yang lama, dan tahan karat supaya menguntungkan pemakainya dalam jangka waktu panjang. Pelanggan dapat memilih antara 3 varian: Master Radiator Cool, Master Radiator Coolant Premixed, dan Master Radiator Coolant Gold,” tutup Henry Sada.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)