Dukungan di Dunia Balap

Hulu ke Hilir, Komitmen Pertamina di Dunia Balap

Ahmad Garuda 06 November 2018 16:00 WIB
speed offroadbalap mobilpembalap nasional
Hulu ke Hilir, Komitmen Pertamina di Dunia Balap
Komitmen Pertamina mendukung ajang balap dunia, bukan hanya karena kepentingan bisnis, namun juga karena misi pembibitan pembalap dan mengharumkan nama bangsa. Antara Foto / Muhammad Adimaja
Jakarta: Membahas soal energi, kini bahasannya tentang efisiensi. Namun ketika mengaitkannya ke ajang olahraga otomotif dunia, orang mulai bertanya-tanya seperti apa efisiensinya? Mengingat ajang balap itu sendiri sarat dengan pemborosan energi secara berlebihan.

Pertamina secara gamblang menggambarkan betapa pentingnya ajang balap untuk mendukung bisnis mereka. Bukan hanya sebagai pembuktian produk, namun nilai-nilai utama seperti pembibitan pembalap, riset bahan bakar yang lebih berkualitas hingga hal-hal lain yang luput dari perhatian kita.

Seperti yang dipaparkan Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa di awal 2018 lalu tentang komitmen perusahaan energi nasional itu dalam dunia balap. Mereka sudah eksis bahkan sejak negara ini baru meraih kemerdekaannya.

Aktifitas balap nasional jadi fokus Pertamax Motorsport Team untuk pembibitan pembalap. Pertamina

Olahraga Otomotif di Hulu
Berbicara soal olahraga otomotif dunia, tak terlepas dari industri olahraga hulu yang dibangun mulai dari kejuaraan daerah, klub otomotif atau kalangan hobbies. Lalu berkembang ke level nasional dan kemudian naik ke level regional Asia dan akhirnya kejuaraan dunia.

Lalu dari mana kontribusi Pertamina mengawali usaha mereka membesarkan olahraga otomotif nasional? Mungkin ajang balap mobil nasional di tahun 1960-an, bisa jadi patok sejarah ihwal keterlibatan mereka.

"Produk leganda Pertamina Lubricants, seperti Mesrania di tahun 60-an pada event Djawa Barat Pariwisata Rally dan Prima XP, dari dulu sudah hadir mewarnai dunia olahraga balap di Indonesia. Dilanjutkan dengan Mesran yang hadir di Kejuaraan Nasional Sprint Rally sebagai sponsor," kisah Andria.

Sejalan berkiprah di ajang balap daerah dan nasional, perusahaan energi nasional itu mulai masuk ke ajang balap motor melalui tim official Pertamina. Mereka merekrut pembalap-pembalap pemula dan juga seeded bahkan menjadi partner teknis ajang balap seperti Indoprix yang dicap sebagai ajang balap nasional saat itu.

Rifat Sungkar didaulat sebagai bos tim Pertama Motorsport dengan misi mencari bibit pembalap nasional bertalenta tinggi. Pertamina

Pembentukan Tim Motorsport untuk Kejuaraan Balap Nasional
Sementara untuk ajang balap nasional, Pertamina membuat tim khusus sebagai ajang perekrutan pembalap muda. Yaitu Pertamax Motorsport Team dengan mendaulat Rifat Sungkar sebagai direkturnya sekaligus pembalap utama untuk kategori reli.

Di tim ini pula mereka melakukan pembibitan pembalap, terutama bidang yang mereka ikuti. Di antaranya balap sprint rally, speed offroad, drifting, drag race dan balap motor.

Selain jadi bos tim, Rifat Sungkar juga turun langsung sebagai pereli di kategori Sprint Rally. Pertamina

Asisten Manager Marketing Communication Pertamina, Danang Widiasurya menegaskan bahwa ini adalah salah satu cara Pertamina mencari bibit unggul pembalap nasional. "Kami ingin sekali temukan bibit unggul, kami ingin para pembalap senior yang berprestasi seperti Rifat Sungkar, harus ada penggantinya. Ini dukungan kami.”

Masuk ke Balap Dunia
Masuk ke ajang balap dunia bukan perkara gampang. Bukan hanya perkara membawa brand image Pertamina sebagai perusahaan energi asal Indonesia. Namun juga komitmen jangka panjang untuk membawa pembalap nasional ke pentas dunia. Era tahun 2000-an, Fastron pun hadir menyokong kiprah pembalap nasional melalui Fastron World Rally Team dan juga di ajang balap Blancpain menggunakan Lamborghini.

Melalui Rifat Sungkar, Pertamina akhirnya punya tim sendiri yaitu Fastron World Rally Team WRC dan Rally of America. Pertamina

Melalui Rifat Sungkar yang memang konsisten ikut di ajang balap reli dunia, Pertamina melalui produk pelumasnya, menargetkan pencapaian terbaik di awal 2012. Rifat pun beberapa kali meraih podium di kategori kelas yang Ia ikuti. Hal ini semakin meyakinkan Pertamina untuk membuat tim balap sendiri di tahun itu juga.

“Fastron World Rally Team ini merupakan bentuk dukungan Pertamina Fastron untuk mengibarkan Indonesia di kancah olahraga motorsport internasional. Hal ini juga merupakan upaya Pertamina Fastron untuk memperluas pasar pelumas Fastron di Eropa,” ujar VP Lubricants PT Pertamina (Persero), Supriyanto D.H saat itu.

Di balap motor dunia, Pertamina mendukung penuh Ali Adrian di tahun pertamanya di WSS300. Almeria Racing

Dukungan Pertamina pun berlanjut ke ajang balap lain seperti balap motor dunia di World Supersport 300 melalui Ali Adrian sebagai pembalapnya di tim Pertamina Almeria Racing. Sementara di ajang balap jet darat dan menjadi balapan mobil di sirkuit paling top dunia yaitu Formula One, Pertamina masuk melalui Manor Racing bersama Rio Haryanto.

Meski progres yang diraih oleh sangat minim lantaran spesifikasi mobil yang tidak begitu bagus, namun dukungan Pertamina di ajang balap ini tak sia-sia. Tim Manor Racing sangat sering menjadi trending topic di jagat dunia maya. Sayangnya, kiprah Rio di ajang balap F1 harus dihentikan karena dukungan pemerintah terbilang kurang.

Rio Haryanto menjadi pembalap pertama Indonesia yang berlaga di F1. Pertamina

Sekarang, Indonesia tak lagi punya wakil ke ajang balap Formula One. Namun untuk kelas yang berada di bawahnya yaitu Formula 2 (F2), Pertamina mendukung penuh Sean Gelael di tim Pertamina Prema Theodore Racing. Dukungan yang tinggi ini menunjukkan bahwa Pertamina begitu serius mendukung pembalap nasional yang berkiprah di dunia.

Di balap Formula, Pertamina masih eksis mendukung pembalap Indonesia di F2 yaitu Sean Gelael. SG

Riset Produk dan Brand Awareness
Tidak bisa dipungkiri, bahwa komitmen besar Pertamina mendukung pembalap nasional ini juga bagian dari riset bahan bakar dan pelumas yang berkualitas tinggi. Mengingat ajang balap itu punya kualifikasi kandungan bahan bakar yang cukup tinggi.

Keikutsertaan Pertamina sebagai sponsor di Blancpain Lamborghini, membuktikan bahwa bahan bakar produksinya tak kalah kualitas. Antara/Fanny Octavianus

"Program ini kami jadikan sebagai sarana penelitian dan pengembangan produk BBM. Dengan segala sumber daya dan kemampuan seperti di Pertamax Motorsport Team bisa langsung melakukan tes terhadap inovasi bahan bakar yang telah diriset. Kami punya tim balap, kami bisa melakukan tes secara kontinyu karena teknologi terus mengalami perkembangan,” imbuh Danang Widiasurya saat dikonfirmasi oleh medcom.id dan medcom.id.

Hal lain yang menjadi keuntungan Pertamina di ajang balap mulai di hulu (nasional) hingga di hilir (dunia), adalah brand awareness atau pemahaman dan pengenalan brand dan produk secara lebih luas. Menurut External Communication Manager PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, bahwa brand awareness ini sangat banyak kontennya. Tapi efeknya secara langsung ke penjualan produk memang sangat terasa.

(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id