Museum Transportasi di kawasan TMII.memiliki mobil yang ditandatangani Presiden Jokowi. Hyundai
Museum Transportasi di kawasan TMII.memiliki mobil yang ditandatangani Presiden Jokowi. Hyundai

Museum Transportasi Direvitalisasi, Ada Koleksi Mobil Baru

Ekawan Raharja • 26 November 2022 19:49
Jakarta: Museum Transportasi yang berada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini memiliki 'wajah' baru yang lebih modern usai dilakukan revitalisasi. Terlebih, museum yang dikelola Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini juga memiliki koleksi kendaraan listrik.
 
Kemenhub bersama Hyundai bekerja sama membangun pusat pameran (exhibition center) di Museum Transportasi yang di dalamnya berisi berbagai koleksi kendaraan masa depan, seperti: seperti Advanced Air Mobility (AAM), Purpose-Built Vehicle (PBV), dan hub mock-up yang menggunakan energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
 
PBV adalah kendaraan perkotaan ramah lingkungan yang dapat disesuaikan dan digunakan di kota-kota masa depan untuk gaya hidup yang beragam. Sedangkan AAM adalah bentuk mobilitas baru yang memanfaatkan ruang udara untuk mengurangi waktu transit secara drastis. AAM terdiri dari taksi udara, sementara PBV menjelajahi daerah perkotaan secara mandiri, dan hub multifungsi menghubungkan perjalanan udara dan darat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kemudian menyebutkan ada 1 unit mobil Hyundai Ioniq 5 yang diproduksi pertama kali di Indonesia dan ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada saat meresmikan pabrik Hyundai di Cikarang pada Maret 2022 lalu. Mobil listrik ini dihibahkan perusahaan kepada Kemenhub melalui Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) selaku pengelola Museum Transportasi.
 
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif Hyundai membangun pusat pameran kendaraan listrik yang menjadi suatu keniscayaan akan menjadi kendaraan masa depan. Apa yang dilakukan ini sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara massal di Indonesia,” ujar Budi.
 
Budi mengatakan kehadiran kendaraan listrik di Museum Transportasi menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah bersama dengan pelaku industri otomotif mewujudkan transisi energi menuju energi yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan dalam rangka mencapai target emisi netralitas karbon (net zero emission) pada tahun 2060.
 
“Kami ingin memberikan nilai tambah dan menjadikan Museum Transportasi sebagai salah satu sarana edukasi kepada masyarakat tentang kendaraan listrik. Sehingga dapat menjadi sarana edutainment (edukasi yang menghibur) bagi masyarakat, agar semakin mengenal kendaraan masa depan,” ucapnya.
 
Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik Youngtack Lee, menjelaskan Indonesia adalah pusat dari strategi mobilitas masa depan perusahaan. Ia menambahkan pusat pameran ini akan semakin mendukung Indonesia untuk memainkan peran penting dalam lanskap global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
 
“Kami berharap teknologi baru yang diusung di masa mendatang akan menjadi fondasi untuk kolaborasi yang jauh lebih besar antara Hyundai dan Indonesia.” ucapnya.
 
Menurutnya kerja sama ini menunjukkan komitmen yang tidak hanya terbatas sebagai penyedia kendaraan, tetapi juga membangun teknologi masa depan untuk mobilitas yang bersih dan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.
 
Bersamaan dengan revitalisasi kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dilakukan pemerintah, Kemenhub juga melakukan revitalisasi Museum Transportasi seluas 6.25 hektar yang dimulai sejak April 2022 dan telah rampung pada bulan November 2022. Revitalisasi dilakukan agar museum ini lebih atraktif, inovatif, informatif dan edukatif.
 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif